Sabtu, 25 Desember 2010

Hamas, Gerakan Perlawanan Tanpa Henti


Serangan Israel ke Jalur Gaza pada penghujung 2009 kemarin justru malah mencuatkan Hamas sebagai kelompok gerilyawan yang ada di Palestina.

Hamas didirikan oleh Syeikh Ahmad Yassin pad sekitar tahun 1988 sebagai wujud jihad mereka melawan pendudukan Israel yang semena-mena terhadap rakyat Palestina. kegigihan yang dilakukan oleh Hamas justru malah dicap teroris oleh Israel, bagaimana mungkin mereka yang membela tanah air mereka sendiri disebut teroris namun Israel yang jelas-jelas menduduki Palestina disebut mempertahankan diri atas pembenaran mereka melakukan serangan terhadap wilayah Palestina.

Pada awalnya Hamas memilih untuk tidak masuk kedalam pemilu parlemen karena mereka menganggap bahwa apabila mereka ikut dalam pemilu itu sama saja bekerjasama dengan Israel dan mencederai cita-cita mereka untuk kemerdekaan Palestina, namun situasi politik yang semakin tidak menentu, terus berkuasanya Fatah sebagai kelompok perjuangan Palestina yang berada diwilayah Tepi Barat, Palestina. Hamas melihat kecenderungan yang negatif dari Fatah yang terus saja bekerja sama dengan Israel dengan dalih diplomasi, namun pada kenyataannya Israel terus saja membangun permukiman Yahudi diwilayah Palestina, khususnya Jerusalem timur yang dianeksasi(ambil paksa) oleh Israel dan tidak mendapatkan pengakuan internasional.

Belum lagi kasus korupsi yang terus mencuat ditubuh Fatah pasca meninggalnya Arafat sebagai pemimpin mereka sebelumnya, bagaimana uang rakyat jutaan dollar diisukan dinikmati oleh para anggota Fatah untuk berfoya-foya, menyekolahkan anak-anak mereka ke luar negri, dsb. Hal-hal semacam ini tentu saja membuat Hamas geram dan mengambil langkah diplomatik untuk masuk kedalam pemilu dan siapa yang menyangka bahwa Hamas memenangkan pemilu pada 2006 lalu secara mutlak, kampanye restorasi dan perubahan yang ingin dilakukan oleh Hamas pun didengungkan.

Hal seperti ini mencuatkan ketegangan di antara sesama Palestina sendiri akhirnya, dimana Fatah dan Hamas yang sama-sama bersenjata beberapa kali terlibat baku-tembak dan semakin melemahkan perlawanan mereka terhadap Israel, seharusnya dalam keadaan seperti itu mereka dapat bersatu padu, toh kekuatan mereka disatukan saja belum tentu dapat mengalahkan Israel, apalagi dengan semakin terpecah-belahnya mereka membuat perlawanan Palestina semakin melemah.

Kamis, 23 Desember 2010

Konspirasi di balik Pembunuhan Anna Politkovskaya


Anna Politkovskaya, seorang wartawan investigasi untuk harian Novaya Gazeta telah menulis puluhan artikel tentang pelanggaran HAM di Chechnya(Negara Pecahan Rusia), selain itu ia juga banyak sekali melakukan kritikan keras terhadap Perdana Mentri Russia sekarang, yaitu Vladimir Putin, keseriusannya dalam menegakan keadilan dan pelanggaran HAM ia tunjukkan dengan menulis dua buah buku, yaitu A Dirty War: A Russian Reporter in Chechnya (2001) dan Putin’s Russia(2004), yang mana ia banyak sekali menulis kritikan terhadap Putin yang menurutnya Putin ingin mencengkram demokrasi dan melakukan pelanggaran HAM di Cechnya.

Salah satu rilisan paling fenomenal yang dilakukan oleh Anna adalah saat ia menerima rekaman video dari seorang prajurit Russia, yang mengaku tidak dapat hidup tenang atas perbuatannya, dengan harapan apabila video itu rilis dapat membuatnya tenang, dalam video itu terlihat bagaimana para pejuang Chechnya yang sudah terluka parah bahkan sebagian tubuhnya hancur, lepas dan buntung namun tetap saja mereka di angkut paksa, ditumpuk-tumpuk kedalam truk dan dicaci maki tanpa henti oleh para pasukan Russia tersebut, sebuah kejadian yang akhirnya terkenal dengan Komsomolskoye Massacre, karena desa tersebut telah rata dengan tanah dibombardir oleh pasukan Russia tanpa sisa.

Namun kekritisan Anna ini harus dibayar mahal oleh nyawanya, saat ia sedang akan berangkat bekerja, ia ditembak mati oleh orang tak dikenal pada 2006 di apartemennya, proses pengadilan pun telah dilakukan namun tidak mampu mengungkap kejadian tersebut, awalnya pengadilan menduga polisi Moscow yang melakukan hal tersebut, para tersangka yang diidentifikasi bernama  Dzhabrail dan Ibragim Makhmudov, dituduh membawa pembunuh itu ketempat kejadian dengan kendaraan, kemudian Sergei Khadzhikurbanov, mantan penyelidik kepolisian, dituduh memberikan bantuan logistik bagi pembunuhan tersebut.

Pavel Ryaguzov, mantan agen badan keamanan FSB, dituduh melakukan pemerasan dalam aspek lain kasus itu, tapi siapa sebenarnya otak dibelakang semua ini?? Pengadilan pun  gagal membuktikan kalau mereka terlibat dalam pembunuhan tersebut dan akhirnya malah divonis bebas.

Bahkan meskipun Putin mendesak para pembunuh Politkovskaya dihukum, namun ia juga menyebut "sangat tidak berarti" kemampuan wartawati itu untuk mempengaruhi kehidupan politik di Rusia.

Kasus-kasus terhadap wartawan maupun penegak HAM menjadi semakin panjang dan Anna bukanlah satu-satunya korban dalam hal tersebut. Aktivis HAM Natalya Estemirova juga dibunuh. Seperti halnya Anna Politkovskaya, ia mengritik pelanggaran HAM di Chechnya. Tapi kenyataan bahwa pada umumnya kasus-kasus semacam itu tidak terungkap, banyak pengamat beranggapan proses baru pengadilan kali ini juga tidak akan membawa perubahan.

Kemudian Pembela hak asasi yang lain Lev Ponomaryov diserang orang tak dikenal di depan rumahnya.
Hal ini seolah menimbulkan pertanyaan bahwa penegakan demokrasi di Russia tidak berjalan baik, yang mana kebebasan pers harusnya dijunjung tinggi, ini seolah mengingatkan kembali pada masa dimana Joseph Stalin, pemimpin komunis garis keras Uni Soviet(sekarang Russia) pada waktu lalu masih berkuasa, ia menebar terror terhadap warganya sendiri dengan menurunkan puluhan ribu agen KGB(Dinas intelijen Rusia, sekarang FSB) di seluruh Uni Soviet dan akan membabat habis siapa saja yang coba-coba untuk melawannya.
(fin dari berbagai sumber : BBCIndonesia, voanews.com, Perang Chechnya(Agus. S), dll)


Kamis, 09 Desember 2010

Krisis Penyanderaan di Rumah Sakit Budyonnovsk, Rusia


Juni 1995 mungkin akan menjadi salah satu tanggal yang paling dikenang oleh warga Rusia, khususnya orang-orang yang pernah terlibat atau menjadi sandera didalamnya. Sekitar 150-an kelompok bersenjata yang merupakan pejuang kemerdekaan Chechnya, pimpinan Syamil Basayev melakukan sebuah penyerangan kesebuah wilayah diselatan Rusia, Budyonnovsk, para pejuang ini masuk kedalam kota dengan menggunakan truk-truk pengangkut mayat dari Chechnya, yang seharusnya dipakai untuk mengangkut mayat-mayat tentara Rusia yang tewas dalam pertempuran di Chechnya, setelah sebelumnya mereka mengirimkan beberapa agen mata-mata untuk menyusup ke dalam kota Budyonovsk.

Penyerangan awal dilakukan pada siang hari tanggal 14 Juni, dengan menyerang pos-pos polisi dan beberapa kantor pemerintahan yang menyebabkan sekitar 20 orang tewas dipihak Rusia, sadar bahwa mereka tengah diserang, mereka pun berkordinasi untuk meminta bantuan pasukan Rusia, dan baku tembak pun berlangsung alot, menyebabkan para pejuang Chehcnya harus mundur dan melakukan penyanderaan terhadap sebuah rumah sakit dengan menawan hampir 1500 orang sipil didalamnya.

Basayev pun mengultimatum setelah pihak media diizinkan masuk dengan mengultimatum pihak Rusia untuk menghentikan segala aktivitas militernya diwilayah Chechnya, apabila tuntutan itu tidak dipenuhi, maka ia akan mengeksekusi semua tawanan, bukannya mengabulkan, pihak Rusia malah balik mengancam akan mengeksekusi 2000an warga Chechnya, setelah sebelumnya pihak pejuang telah mengeksekusi 6 orang sandera, semuanya berasal dari kalangan aparat Rusia, tidak ada warga sipil yang dibunuh.

Tidak gentar menghadapi ultimatum dari para pejuang, pasukan khusus Rusia pun mulai berhamburan masuk untuk melakukan penyergapan, namun mereka mendapatkan perlawanan sengit dari pihak pejuang, baku tembak tersebut menewaskan 30 sandera pada akhirnya, hal ini kemudian banyak dikritik bahwa sebagian sandera itu malah dibunuh oleh pasukan Rusia itu sendiri, akibat granat yang dilemparkan oleh mereka dari luar serta pemutusan aliran listrik yang dilakukan Rusia membuat beberapa pasien UGD kehabisan nafas.

Namun pihak Rusia tidak pernah mau belajar dari kesalahan mereka dengan melakukan sekali lagi upaya pengambil alihan Rumah Sakit dari para pejuang Chechnya, dan sekali lagi mereka gagal, dan malah semakin menambah korban dipihak sipil akibat ledakan granat, peluru nyasar hasil baku tembak diantara kedua belah pihak. Pihak otoritas Rusia pun melakukan tuduhan bahwa pejuang Chechnya menggunakan warga sipil sebagai perisai hidup atau tameng.

Akhirnya pada tanggal 18 Juni, pihak Rusia yang diwakili oleh perdana menteri Victor Chernomyrdin, melakukan kesepakatan gencatan senjata dengan Syamil Basayev, semua aktivitas militer Rusia di Chechnya dihentikan, dan sandera pun dibebaskan oleh Basayev, sementara itu para pejuang yang tersisa pun diberikan perjalanan aman menuju Chechnya serta membawa para pejuang yang tewas dengan kendaraan khusus berpendingin udara ke Chechnya.
(sumber, buku perang checnya, Agus Subiakto)

Mengenal Para Gerilyawan Chechnya



Para pejuang Chechnya yang tak kenal lelah dalam bertempur ini patut kita hargai perjuangan mereka, bagaimana mereka berjuang tidak saja untuk tanah air mereka namun juga untuk agama mereka, menjaga kehormatan sebagai Muslim yang terus saja dihinakan oleh tentara-tentara Rusia yang tanpa hentinya melakukan pengeboman, penyerangan dan membunuhi warga sipil, memperkosa para wanitanya, melindas mereka dengan tank, para bayi yang menangis kehilangan kakinya, orang-orang tua renta yang menangisi harta bendanya ludes digilas dan dihancurkan tanpa ampun oleh tentara Rusia itu, merekalah para pejuang yang telah membela tanah air mereka, meskipun fitnah dan adu domba sering kali dilakukan oleh Rusia untuk melemahkan mereka. Berikut adalah beberapa pejuang Chechnya yang perlu kita apresiasi perlawanannya yang sebagian dari mereka telah syahid.

Syekh Abdul Halim Sadulayev : Pada awalnya ia adalah seorang ulama, sebagian masa kecilnya ia habiskan di kota Argun dan disanalah ia mempelajari islam, sehingga orang-orang menambahkan gelar syekh didepannya karena pendalamannya tentang agama islam, pergaulannya dengan detasemen-detasemen tempur pejuang Chechnya membuat ia merubah pola pikirnya untuk bergabung dengan mereka, setelah dirinya diangkat untuk menggantikan Aslan Maskhadov, pemimpin pejuang Chechnya sebelumnya, ia pun merubah pola pikir para pejuang yang sebelumnya hanya berfokus pada tanah air mereka, yaitu Chechnya menjadi lebih meluas, yaitu ia ingin membebaskan seluruh wilayah Kaukasus dari cengkraman Rusia. Istrinya pun sempat diculik dan dibunuh secara brutal namun itu tidak menyurutkan perjuangannya sampai akhirnya ia syahid setelah baku tembak dengan FSB(Dinas Intelijen Rusia).

Movsar Barayev : Ia adalah keponakan dari Arbi Barayev, salah satu dari pejuang Chechnya, namanya tidak begitu dikenal sebelmu-sebelumnya, sampai akhirnya dunia memblow-up performanya saati ia memimpin sekelompok bersenjata melakukan penyanderaan di sebuah gedung teater di Moscow pada 2002, tuntutannya jelas yaitu menghimbau kepada Rusia untuk menghentikan perang di Chechnya, kelompok bersenjata yang ia pimpin ia namakan sebagai Suicidal Death Squad, selama tiga hari melakukan aksi penyanderaan sampai akhirnya unit Spetnaz(Pasukan Khusus Rusia) melakukan aksi penyergapan yang berujung pada tewasnya ratusan penonton yang disebabkan oleh racun yang dimasukkan kedalam saluran pendingin ruangan oleh Paukan Rusia itu sendiri, Movsar Barayev pun tewas setelah baku tembak dengan aparat.

Ruslan Gelayev : Pasukan Rusia menjulukinya sebagai Black Angel karena ia selalu berpakaian hitam-hitam dan kekejamannya yang suka mengeksekusi orang khususnya tentara Rusia membuat mereka gentar namun disatu sisi mereka pun sangat bernafsu untuk menghabisinya, pada saat pemerintahan Presiden Dzokhar Dudayev (Presiden pertama Chechnya) ia pun sempat menjadi pemimpin unit pasukan khusus yaitu unit Borz(Wolf), kekejamannya pun ia perlihatkan setelah mengultimatum pasukan Rusia agar menghentikan untuk menggempur desa Shatoy, setelah sebelumnya ia pun sempat mengeksekusi 8 tentara Rusia lainnya, pada perang Chechnya 2, gelayev mengalami banyak kemunduran, sempat diturunkan pangkatnya pula oleh Aslan Maskhadov dan terkepung oleh tentara Rusia di Komsomolskoye dan banyak mengalami miskomunikasi, salah satunya adalah saat ia mengharapkan bantuan kedatangan kendaraan yang akan mengangkutnya yang dijanjikan oleh Arbi Barayev, namun kendaraan itu tidak pernah datang dan akhirnya ia pun terpaksa habis-habisan berjuang dengan pasukan seadanya. Dengan kondisi terkepung ia pun mencoba untuk melarikan diri ke Georgia, namun nasib naas menimpanya saat ia kepergok oleh pasukan patroli Rusia dan ditembaki hingga tewas.

Syamil Basayev : Namanya diambil dari Imam Syamil, kerap orangtuanya pun berharap ia bisa menjadi seperti Imam Syamil, Basayev merupakan pejuang paling radikal diantara para pejuang Chechen lainnya, ia pun terkenal akan duet mautnya dengan emir kahthab dan dijuluki sebagai warlords(dewa perang), namanya mulai mencuat saat ia melakukan penyergapan di sebuah rumah sakit Budionovsk(selatan Rusia), karirnya di bidang kemiliteran dimulai saat ia mendaftarkan diri pada dinas militer Uni Soviet, namun hanya sebagai petugas pemadam kebakaran karena diskriminasi yang dilakukan oleh Rusia terhadap etnis Chechen, karir perjuangan yang sebenarnya baru ia rasakan saat bergabung dengan pasukan Dzokhar Dudayev untuk kemerdekaan Chechnya setelah sebelumnya pernah bertempur pula di Abkhazia, Basayev sempat dituduh mendalangi aksi pengeboman di apartemen, dan stasiun kereta api di wilayah Rusia, namun ia membantahnya tetapi ia bertanggung jawab bahwa aksi penyanderaan di sebuah sekolah di Beslan, Rusia adalah hasil rancangannya. Basayev tewas saat kendaraan yang ia kendarai tiba-tiba meledak dan membunuh dirinya, menurut pihak Rusia agennya yang menaruh bahan peledak dikendaraanya, tetapi hal ini dibantah oleh kavkaz center(media pejuang chehchen) bahwa ini murni kecelakaan.

Benarkah Teroris Xinjiang itu ada ?


China, sebagai sebuah Negara besar yang berhaluan komunis ini telah berhasil mengeluarkan diri mereka dari kehinaan dan kini malah menjadi salah satu barometer perekonomian dunia, namun dibalik kebesaran negaranya tersebut dalam berbagai bidang, China menyimpan sebuah bara konflik yang besar, tercatat ada dua wilayah yang memiliki perhatian atau pusat konflik di China, yaitu Tibet, permusuhan antara Dalai Lama Tzin Zen dengan Partai Komunis China yang tak kunjung habisnya dan kedua adalah konflik antara Etnis Uighur dan etnis Han di Provinsi Xinjiang, dengan ibukotanya yaitu Urumqi menjadi salah satu pusat konflik berdarah beberapa waktu yang lalu.

Sebagian orang mengatakan bahwa penyebabnya adalah tewasnya seorang warga uighur yang dibunuh oleh orang dari etnis han disebuah toko mainan yang berujung pada demonstrasi damai dari pihak uighur dan berubah menjadi malapetaka setelah entah mengapa aparat Militer China menjadi beringas dan tak terkendali.
Menilik sejarah kebelakang sebenarnya permasalahan kedua etnis ini sudah lama terjadi, bagaimana etnis uighur yang beragama muslim adalah sebagai tuan rumah diwilayah mereka yang kemudian mendapatkan perlakuan diskriminatif saat Pemenrintah China melakukan migrasi besar-besaran terhadap etnis Han ke wilayah Urumqi dan menganakemaskan orang-orang Han yang komunis itu sehingga hak-hak warga uighur pun menjadi terbatas.

Salah seorang warga Uighur mengatakan “ Kita kini menjadi merasa asing di wilayah kita sendiri”. Xinjiang yang dahulunya bernama Turkistan Timur dan sarat dengan kebudayaan Turki dan Islam khususnya membuat para warganya merasa lebih dekat dengan Asia Tengah dibandingkan dengan China, karena itu sebagian warga uighur pun menjadi kesulitan berbahasa mandarin sehingga mereka sulit diterima bekerja atau naik pangkat apabila bekerja dipemerintahan, aktifitas beribadah pun dibatasi, hanya mesjid-mesjid milik pemerintah saja yang boleh beroperasi dan setiap warganya dilarang memiliki Al-Quran, hanya boleh memakai Al-Quran yang disahkan dan diakui oleh Pemerintahan. 

Semasa China menjadi tuan rumah Olimpiade muncul ancaman dari Teroris yang akan mengacaukan jalannya perhelatan olahraga akbar tersebut, dan mengatakan para gerilyawan Turkistan Timur lah yang melakukannya, toh pada kenyataanya Gerilyawan Turkistan Timur itu sendiri diragukan keberadaannya, sebagian kelompok perlawanan yang ada di Xinjiang pun berhaluan sekuler, meskipun memang ada juga yang berafiliasi pada Agama, Aktivis perlawanan yang paling terkenal adalah Rabiya Kadeer, yang kini menetap di Amerika Serikat, ia tidak mengenakan jilbab, apa yang ia perjuangkan pun bukan berlandaskan pada agama namun pada permasalahan etnisnya, ia memperjuangkan hak-hak orang uighur sebagaimana mestinya

Selasa, 07 Desember 2010

Perang Chechnya : Pertempuran atau Pembantaian Masal



Setelah redupnya api perjuangan yang begitu dahsyat pasca perang chechnya 1(1994-96) dan Perang Chechnya 2 (1999-2000), kini permasalahan yang berada di negeri pecahan federasi Rusia tersebut lebih berkutat pada masalah fitnah dan gesekan-gesekan diantar faksi mujahidin itu sendiri, bagaimana Presiden Chechnya sekarang yaitu Ramzan Khadyrov yang pro Moscow tentu saja ditentang habis oleh kelompok-kelompok Mujahidin yang lebih radikal seperti Dokka Umarov yang jelas-jelas menolak dan menginginkan tidak hanya Chechnya tetapi seluruh wilayah didaerah Kaukasus berada pada penegakan syariat Islam yang ketat dengan mendirikan North Kaukasia Emirates.

Pengeboman di Apartemen dan stasiun kereta api di Rusia tak pelak memunculkan tuduhan bahwa para gerilyawan lah yang melakukan itu semua, namun meskipun telah dibantah oleh Warlods(dewa perang) Chechnya yaitu Syamil Basayev dan Ibn-Khattab namun tetap saja Rusia menuduh merekalah yang melakukan itu semua dan tetap bertekad untuk melakukan perlawanan terhadap para teroris tersebut, sampai dikemudian hari salah seorang agen FSB(dinas intelijen Rusia) mengakui bahwa itu adalah buah karya mereka, bagaimana mereka merancang pengeboman tersebut terhadap warganya sendiri dalam rangka untuk menebar fitnah terhadap gerilyawan Chechnya untuk membenarkan aksi Rusia dalam menginvasi (sekali lagi) ke wilayah Chechnya.

Selain itu selama perang Chechnya 2 pun bagaimana dengan liciknya Rusia menipu ke 75 Mujahidin dengan mengatakan apabila mereka menyerahkan diri, mereka akan diberikan amnesti oleh pihak Rusia, namun nyatanya mereka malah dibunuh dengan keji, mereka juga melakukan adu domba antara para gerilyawan dengan penduduk sipil sehingga membuat komposisi kekuatan mereka makin melemah.

Pelanggaran HAM yang parah dimana dalam peperangan seharusnya sipil tidak boleh dibunuh namun mereka dengan seenaknya saja melakukan pembantaian masal terhadap warga Chechnya seperti yang terjadi pada “Komsomolskoye Massacre” yaitu sebuah desa diwilayah Chechnya dimana para warga dibantai habis tanpa belas kasihan, anak-anak dan wanita yang tengah bersembunyi dilempari granat dari luar oleh tentara Rusia, para wanitanya diperkosa berkali-kali bahkan pada waktu lain ada satu kejadian dimana gadis Chechnya berusia delapan belas tahun diperkosa setelah itu dibunuh dengan cara dilindas oleh tank baja milik mereka.
Seorang jurnalis asal Rusia, Anna Politkovskaya mengatakan bahwa “desa tersebut sudah tidak ada” alias rata dengan tanah, Anna pun kemudian mendapatkan sebuah rekaman video dari seorang tentara Rusia yang mengaku tidak dapat tidur berhari-hari dengan harapan apabila kasus tersebut diungkap dapat membuatnya tenang, yang memperlihatkan kekejaman dimana pasukan Rusia mencaci maki dan menyiksa mereka dengan brutal dan terus saja menendangi mereka meskipun orang-orang Chechnya itu sebagian terluka parah, dengan tangan buntung dan pendarahan yang hebat, yang akhirnya pengungkapan kasus ini harus berujung tewasnya sang jurnalis tersebut beberapa waktu kemudian setelah diungkapnya kasus video tersebut.
Siapa pelaku pembunuh Anna?? Kita tidak tahu siapa pelakunya. . .



Rabu, 10 November 2010

Metode Interogasi dan Investigasi “Secret Agents”


 Interogasi terdiri dari perang secara psikologis dan perang pemikiran atau intelektual diantara para agen dan para tersangka atau orang yang terduga untuk melewati beberapa pertanyaan dan jawaban untuk satu atau lebih dari satu topik. Interogasi menggunakan seluruh jenis teknik fisik dan psikologis untuk mematahkan moral tersangka dan membawanya kepada kejatuhan moral si tersangka.
Sang agen akan mengatakan bahwa segala aktivitasnya adalah mandat atau perintah dari aparat pemerintah yang berada dibawah kementrian urusan dalam negri. Para petugasnya adalah aparat dari lulusan akademi kepolisian. Para aparat ini tidak mempunyai nilai atau kode etik dalam melaksanakan tugasnya karena mereka tidak ragu-ragu untuk menggunakan segala jenis penyiksaan dan jasmani dan emosional untuk mendapatkan bukti atau petunjuk dari para tersangka.


Metode Penyiksaan yang dilakukan oleh Agen Rahasia menggunakan dua jenis metode penyiksaan yaitu :
1.Penyiksaan Fisik
2.Penyiksaan Psikologis

Adapun penyiksaan Fisik adalah sebagai berikut :
1.Menutup mata dengan kain dan melepaskan pakaian Anda.
2.Mengikat tangan tergantung keatas.
3.Mengikat kaki keatas (dalam keadaan terbalik), kaki diatas.
4.Memukul dengan tongkat dan menyetrumnya dengan kawat listrik.
5.Mencambuk dan memukulnya dengan tongkat dan sabuk karet.
6.Menyuruh Anda untuk berdiri sambil telanjang untuk waktu yang sangat lama.
7.Menuangkan air dingin kepada kepala Anda.
8.Menempelkan api rokok kepada kulit Anda.
9.Mengejutkannya dengan arus listrik.
10.Menendang dan memukul.
11.Menyerang Anda dengan anjing beracun.
12.Membuat Anda terduduk di kayusula
13.Melemparkan Anda ke tempat pembuangan kotoran
14.Menarik kuku-kuku dan rambut Anda.
15.Menarik(Dragging)
16.Mengikat tangan dan Kaki ke belakang.
17.Menggunakan benda tajam, seperti pisau lipat atau pecahan kaca.
18.Dibakar dengan api.
19.Tidur dilantai kosong tanpa alas dan dibanjiri dengan air keruh(saluran air kotor)
20.Memukul, memotong, dan melukai beberapa bagian tubuh.
21.Memberikan Anda banyak air, atau air buah-buahan, seperti watermelon, dsb setelah melarang anda makan dan minum, lalu tangan dan penis Anda akan dilakban sehingga tidak dapat melakukan proses urinasi.
22.Meletakkan Narkoba dan obat-obatan di makanan Anda untuk melemahkan kekuatan Anda.
23.Menempatkan Anda ditempat kurungan khusus, yang mana ruangan tersebut bisa sangat panas atau sangat dingin.

Adapun Metode Penyiksaan Psikologis adalah sebagai berikut :
1.Mengisolasi Anda dari sosialisasi, meng-cuts Anda dari kehidupan umum, menempatkan Anda di tempat penjara khusus, dan meniadakan/melarang Anda untuk mengetahui berita dan informasi terkini untuk membuatmu merasa sendiri.
2.Melarangnya untuk menelepon siapapun, namun memberikan Anda sebuah nomor(yang salah) untuk menjatuhkan moral Anda.
3.Mengancam untuk memanggil paksa adikmu/kakakmu, ibu, istri atau anakmu untuk memperkosa mereka dihadapan Anda.
4.Mengancam untuk memperkosa Anda sendiri.
5.Mengancam untuk menyita dan mengambil alih barang-barang milik Anda dan memecatmu dari pekerjaanmu.
6.Mengancam untuk membuatnya cacat permanen atau hidup meringkuk dalam penjara.
7.Menawarkan Anda tawaran yang menarik (Apartemen, monil, paspor, beasiswa, dll)
8.Menggunakan ancaman yang kasar, penghinaan, dan mengutuk untuk menjatuhkan moral Anda.


Sumber :
FBI Web.
US Anti-terrorism Threat/Risk Policy
Mitigating Risk/Threat of Terrorism and Other Risks
The al Qaeda manual
The Disaster Center


AS Mengancam Stabilitas Asia Timur (Arogansi Korsel terhadap Korut)


Setelah Google yang asal AS itu “ditendang” dari China, kemudian AS bikin ulah kembali dengan mempersenjatai Taiwan dnegan alasan untuk menghindari ancaman dari China, pada kenyataannya bahwa Negara Taiwan itu masih menjadi wilayah teritorial China dan bahkan dalam beberapa kesempatan Taiwan tidak diperbolehkan memakai nama negaranya dan diharuskan menggunakan nama China Taipei, sontak saja ini membuat China berang, Taiwan yang harusnya “manut” pada China kini menjadi percaya diri dan memiliki arogansi kepada China, justru inilah yang dapat menyebabkan stabilitas keamanan di Asia Timur terganggu, seandainya saja Taiwan tidak diberi logistik seperti itu mungkin masalah antara China dan Taiwan tidak perlu sesengit itu.

Latihan gabungan perang besar-besaran yang dilakukan oleh AS bersama Korsel pun menjadi sorotan kembali menegangnya antara China dengan AS maupun Korsel, AS selalu berdalih bahwa itu dilakukan untuk menjaga Korsel dari ancaman Korut, yang jadi pertanyaan adalah ancaman yang mana?? Korut selama ini tidak melakukan apapun juga, itu kan hanya akal-akalan AS saja untuk melucuti senjata Korut, padahal negara sekutunya AS, yaitu Israel pun memiliki nuklir tapi hanya karena Korut berlawanan haluan dengan AS maka isu nkulir pun digulirkan.

China yang sejak lama memang mendukung Korut tentu mempunyai tanggung jawab yang besar dalam melindungi Negara sekutunya itu, bahwa latihan gabungan di laut kuning maupun latihan-latihan lainnya yang dilakukan AS dan Korsel hanya akan memperkeruh suasana, masalah yang terjadi antar Korut dan Korsel sebenarnya apabila tidak dibesar-besarkan tentu tidak akan menimbulkan arogansi dari Korsel, namun karena Korsel merasa yang membekingi mereka adalah Negara besar seperti AS maka Korsel pun dengan percaya dirinya membuat sesuatu hal yang sesungguhnya malah hanya akan membahayakan mereka sendiri.

Kebijakan Politik Relevansinya dengan pengembangan Alutsista Indonesia


Permasalahan Alutsista menjadi suatu hal yang pelik akhir-akhir ini karena merupakan suatu hal yang esensial dalam pertahanan dan keamanan Negara kita yaitu Republik Indonesia, namun kebutuhan dan anggaran pertahanan kita yang hanya mencapai 40,7 triliun menjadi salah satu faktor kendala dalam upaya-upaya pembenahan pertahanan kita, setelah dikaji oleh komisi 1 DPR yang dikatakan bahwa Minimum Essential Force kita adalah 100,7 Triliun namun permasalahan ekonomi yang kita miliki membuat Menteri Keuangan melakukan pemangkasan atau tidak dapat menyanggupi anggaran yang diajukan oleh komisi 1 DPR tersebut. Hal tersebut otomatis akan berdampak kepada anggaran Alutsista kita yang hanya 5 Triliun, meskipun Dephan telah mencoba untuk menaikkan anggaran Alutsista kita menjadi 6,1 Triliun, sementara parlemen menginginkan lebih dari itu, namun tetap saja tidak berdampak signifikan terhadap perubahan yang dilakukan tersebut. Kekuatan militer adalah salah satu posisi tawar yang cukup vital dalam upaya-upaya diplomasi kenegaraan yang kita lakukan dalam menyelesaikan suatu permasalahan dengan Negara-negara lain, apabila pertahanan kita lemah maka otomatis posisi tawar kita lemah juga di mata Negara lain. 

Memang pada kenyataannya bahwa Negara Indonesia kini sedang tidak sedang mengalami masalah atau ancaman dari Negara manapun, namun mengingat bahwa perang adalah upaya diplomasi terakhir dalam menyelesaikan suatu masalah, hal ini tentu akan menjadi suatu evaluasi dan persiapan bagi kita sebagai bangsa dan Negara untuk dapat memajukan sektor pertahanan yang dinilai oleh banyak pengamat rapuh ini, meskipun apa yang dikatakan oleh para pengamat militer ini juga di katakan berlebihan pula karena ternyata kita di klaim oleh institusi riset militer dunia sebagai peringkat ke empat belas dunia dalam hal militer, namun masukan dan sumbangsih pikiran itu juga tetap harus dipertimbangkan sebagai suatu hal yang dapat membangun kekuatan militer kita dimasa yang akan datang.

Indonesia yang kini berhaluan sekularis-nasionalis tentu saja lebih cenderung bersahabat dan disukai oleh Negara-negara barat, sehingga tidak begitu menimbulkan ancaman yang besar dari para agresor seperti AS dan sekutunya, namun mengingat Negara Indonesia berpopulasi hampir 85% menganut agama Islam, sementara Islam kini sedang terus saja dikendalikan tiada henti oleh AS dan sekutunya, menghancurkan Negara mana saja yang tidak mematuhi aturannya, kemudian negara-negara Islam pun tidak diperbolehkan memiliki nuklir dan mulailah mereka melemparkan isu-su negatif dikalangan masyarakat Internasional, karena mereka beranggapan apabila Negara-negara yang berideologi teokratis seperti Iran akan sulit dikendalikan dan cenderung radikal, sebuah bom kecil saja mereka sudah berani mati dan meledakkan dimana saja, kapan saja mereka inginkan, mereka di latih untuk tidak takut mati, karena bagi mereka mati untuk membela agama dalam rangka upaya untuk melakukan perlawanan terhadap musuh adalah syahid, inilah yang ditakutkan oleh AS apabila nuklir-nuklir itu jatuh ke tangan para fundamentalis Islam, mereka dikhawatirkan dapat melakukan dan meledakkan nuklir-nuklir tersebut dimana saja.

Menilik penjelasan diatas bahwa Indonesia bukan penganut Negara berideologi teokratis dan cenderung ramah terhadap barat bukan berarti kita hanya berleha-leha saja dalam memperbaiki kualitas pertahanan kita, rasa aman itu menjadi begitu mahal saat Indonesia tidak mau berfikir keras dalam memperbaiki kualitas pertahanan kita, salah satunya adalah alutsista.

Pemakaian Alutsista kita yang sudah usang, bahkan dikatakan bahwa alutsista kita 75% sudah tidak layak pakai, tidak adanya upaya-upaya untuk melakukan peremajaan kemudian berimbas kepada banyaknya tragedi kecelakaan yang terjadi di Negara tercinta kita ini, selain itu juga ancaman dari negeri lainnya dalam hal perbatasan yang sering kerap terjadi, bagaimana kapal-kapal milik Malaysia sering kerap kali berulah di daerah perairan kita.

Berbicara mengenai alutsista tentu tidak melulu harus berbicara secara fisik, namun juga upaya-upaya diplomasi sangat diperlukan, bahwa ada pendapat kita selalu “dikerjai” oleh AS sebagai Negara super power, seperti embargo militer yang mereka berikan sebagai akibat kerusuhan Dili di Timor Leste pada saat itu, atau penetapan aturan yang ketat dari Negara-negara Uni Eropa seperti Inggris dalam pemakaian alutsista buatan mereka, seperti tidak boleh digunakan untuk menyerang sipil, dsb. Beruntung berkat kejadian embargo tersebut, Indonesia kini mulai beralih dalam membuat suatu usaha pribadi dalam memproduksi senjata, dan salah satu produk yang diunggulkan adalah SS1V1 yang kini tidak hanya dipakai oleh pihak TNI tetapi juga sudah mulai diproduksi untuk di ekspor secara masal ke Negara lain seperti Filipina dan Mali.

Postur ril Pertahanan Indonesia bisa dilihat dari kondisi kekuatan hari ini. Kondisi kekuatan personel TNI hingga saat ini mencapai 383.870 orang (0,17%) dari 220 juta penduduk Indonesia, yang terdiri dari 298.517 orang TNI Angkatan Darat, 60.963 orang TNI Angkatan Laut, 28.390 orang TNI Angkatan Udara, dan 68.647 PNS TNI. Jumlah kekuatan personil TNI tersebut jika dibandingkan dengan luas wilayah Indonesia masih belum seimbang. 

Anggaran tidak harus melulu dikedepankan dalam hal pengadaan alutsista tetapi juga bagaimana kita memelihara alutsista yang sudah ada dengan memanfaatkan secara efisien dan efektif, berfikir kreatif yaitu dengan membuka produksi alutsista secara mandiri yang dalam hal ini diaplikasikan oleh perusahaan-perusahaan BUMN seperti PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL, dll.

(Sumber dari Pendahuluan Penulisan Ilmiah yang berjudul “Studi Analisis Penjualan Alutsista Senapan SS1V1 PT. Pindad Menggunakan Time Series Forecasting Methods” oleh Fin Ramdhan.)

Sumber bahan lainnya :
(Teguh Santosa, dkk, Komisi 1, Senjata, Satelit, Diplomasi,(Jakarta: PT Suara Harapan Bangsa,2009) hlm47, 55)
(Zaenurrofik, Operasi Gelap CIA, (Jogjakarta, Garasi,2008), hlm126)
(TvOne, Kabar Petang, Wawancara dengan Purnomo Yusgiantoro, Menhan 2009-2014)
(http;//www.Indonesian voices.com, Tuesday, 23 February 2010 14:17)


Ending Terror In Poso (Resolusi Konflik Secara Damai)

Penembakan terhadap pendeta Irianto Kongkoli, Pembunuhan wartawan I Wayan Sumaryase, Penembakan/pembunuhan Jaksa Ferry Silalahi, Kasus mutilasi 3 siswi SMU Kristen Poso, Pengeboman pasar babi Maesa Palu, Pengeboman Pasar Tentena, kasus bom senter di kawua, bom termos nasi, dan bom pintu jebakan disebuah Pura, pembunuhan bendahara GKST Orange dan Yohanes Tadjoja, penembakan/pembunuhan pendeta Susianti Tinulele, rentetan tembakan disepanjang malam hari, penembakan misterius dan pembunuhan terhadap dua warga poso, merupakan serentetan aksi teror yang seolah tidak ada habisnya dan akan terus berlangsung pada saat itu.

Polisi atau aparat dianggap tidak mampu untuk melindungi rakyatnya dari ancaman teror baik Muslim maupun Kristen sama-sama tidak mempercayai mereka lagi sebagai penegak hukum yang baik, bahkan ada selentingan gosip bahwa ini sengaja diperpanjang konfliknya agar pasukan keamanan tetap bertahan disana dan otomatis uang atau aliran dana akan terus mengalir kesana, namun semua itu akhirnya terbantahkan saat polisi benar-benar melakukan penegakan hukum terhadap para DPO maupun pelaku anarkis, bahkan kepolisian pun telah berhasil mendekati dan membujuk kepada salah satu tokoh Muslim yang disegani yaitu H.Adnan Arsal untuk membujuk para DPO menyerahkan diri sebagai kompensasinya mereka akan diperlakukan dengan baik. Toh pada kenyataannya para DPO tersebut tetap bersikeras menolak menyerahkan diri dan memilih bertarung dengan cara mereka, menyerah kepada mereka adalah haram, karena polisi adalah thagut. 

Ada dua kelompok yang disegani di Poso yang diduga sebagai basis atau dibalik serangkaian aksi teror yang selama ini terjadi di Poso, yaitu Kelompok Tanah Runtuh, yang diinfiltrasi oleh anggota JI dari pulau Jawa serta kelompok Kompak Kayamanya, karena kelompok ini merupakan gabungan antara warga lokal dengan kelompok-kelompok luar seperti Kompak, Jundullah, dan NII.
Penegakan hukum pun dilakukan oleh aparat terhadap para DPO pada tanggal 11 Januari 2007, diawali dengan lemparan flash bang sehingga membuat penglihatan mereka menjadi terganggu, saat tim bergerak maju tiba-tiba mereka melihat seorang lelaki keluar dengan membawa sepucuk senjata, saat disuruh menyerahkan diri bukannya menyerah malah mengarahkan senjatanya ke aparat sehingga terpaksa dilumpuhkan setelah itu 17 menit kemudian akhirnya seluruh ruangan dapat dikuasai dan penggeledahan pun dilakukan. Hasilnya 18 Pucuk laras panjang jenis M16, SKS, Pelontar granat GLM, Revolver S&W, senjata rakitan laras panjang dan pendek disita serta 57 butir amunisi caliber 7,62 mm, 119 butir amunisi revolver caliber 38mm, 178 butir M16 dan 31 butir US Carabine kal. 5,56mm juga disita lainnya adalah 3 buah magazine dan 3 buah bom pipa serta 3 buah HT.

Peperangan tentu hanya akan menghasilkan korban dan luka serta trauma mendalam bagi semuanya, rekonsiliasi damai dari kedua pihak dan ketegasan polisi harus lebih dituntut lagi dalam menyelesaikan masalah, pengeksekusian Fabianus Tibo, dkk serta operasi penindakan para DPO dan perdamaian kedua belah pihak yang bertikai dengan mediasi pemerintah maupun aparat menjadi sesuatu hal yang sentral dan dituntut kedewasaan bagi semuanya, semoga pelajaran baik bisa terpetik dari ini semua.amien
(fin, referensi dari Indonesian Top Secret(Brigjen Tito Karnavian, dkk))

Mengenal Para Tokoh dan Agen Al-Qaeda


Al-Qaeda dalam perjalanannya tentu sudah banyak menelurkan nama-nama yang selalu menjadi momok menakutkan bagi musuh utamanya pihak barat, mereka para terduga teroris ini sebagian ada yang sudah ditangkap, dihukum, namun 1000 nama baru seolah lahir kembali dan membangkitkan kembali kekuatan Al-Qaeda yang sempat diserang habis-habisan oleh AS pasca tragedi 11 September ini.

Abu Khabab Al-Masri : Ia merupakan pakar pembuat bom dan senjata kimia yang dimiliki oleh Al-Qaeda, Abu Khabab memiliki nama asli Mursi Al-Sayyid Umar, ia diduga terlibat dalam pengembangan program senjata inkonvensional bersama dr. Ayman Al-Zhawahiri, pimpinan kedua Al-Qaeda. Serangan rudal dan udara AS telah menewaskannya pada tahun 2006 di Damadola, Pakistan.

Abu Zubayda : Ia adalah ketua perekrutan untuk Al-Qaeda, Abu Zubayda lah yangmengelola pola perekrutan di seluruh dunia untuk disalurkan ke kamp-kamp militer milik Al-Qaeda di Afganistan, namanya pernah disangkutpautkan terhadap kasus perencanaan pengeboman Hotel Radison Di Jordania maupun pengeboman terhadap kedutaan besar AS di Paris. Atas tindakannya tersebut ia pun dijatuhi hukuman mati.

Dr. Ayman Al-Zawahiri : ia adalah seorang berkebangsaan Mesir, ia juga merupakan seorang dokter ahli bedah dan pernah menjadi dokter pribadinya Osama serta merawat Osama saat ia patah tulang karena terjatuh dari kuda yang ditungganginya, namun kini dirinya harus berpisah dengan Osama karena ia harus memimpin Al-Qaeda Iraq bersama Abu Musab Al-Zarqawi yang kemudian Abu Musab harus tewas terbunuh oleh serangan udara AS. Sebuah surat yang berhasil diambil oleh Mossad (Dinas Intelijen Israel) dari tangan kurirnya Ayman yang ditujukan kepada Abu Musab dalam surat itu Ayman sempat melakukan teguran kepada Abu Musab, karena Abu Musab dianggap telah banyak merugikan Al-Qaeda, bagaimana ia melakukan berbagai pembunuhan terhadap orang-orang syiah, padahal sesungguhnya orang-orang syiah itu telah banyak membantu Al-Qaeda seperti sekarang ini. Ayman sebelum di al-Qaeda dahulunya aktif memimpin sebuah kelompok radikal di Mesir bernama Al-Jihad yang diduga berafiliasi juga dengan kelompok Al-Gama Al-Islamiyya pimpinan seorang kiayi buta bernama Omar Abdel Rahman.

Abu Musab Al-Zarqawi : Pimpinan ketiga dalam struktur Organisasi Al-Qaeda, ia memimpin pergerakan Al-Qaeda di Iraq pasca invasi AS pada tahun 2003, ia adalah seorang berkebangsaan Jordania dan dahulunya adalah hanya seorang petani, pengeboman yang dilakukannya terhadap Hotel Radison di Jordania adalah hasil karyanya yang dimana ia melakukan hal tersebut karena menganggap Raja Abdullah(Raja Jordania) begitu dekat dengan AS, musuh no.1 Al-Qaeda, namun ia tidak memikirkan akibatnya saat King Abdullah yang semula gamang dalam memerangi terorisme kini malah semakin mantap dalam memberangus pergerakan teroris di negaranya belum lagi cemoohan media lokal setempat terhadap Abu Musab semakin menjatuhkan namanya menuju label Teroris setelah semula dianggap mujahidin oleh warganya sendiri.

Muhammad Atef : ia adalah panglima militer Al-Qaeda, memiliki nama panggilan Abu Hafs, melalui penceritaan Omar bin laden, anak keempat Osama, bahwa Atef sebenarnya adalah orang yang suka melucu dan menyenangkan, berbeda dari ayahnya yang keras dan kaku, yaitu Osama,ia tidak segan-segan untuk memukul anaknya sendiri apabila mereka melakukan kesalahan atau tersenyum terlalu berelbihan sehingga memperlihatkan gigi-gigi mereka. Ia tewas dalam serangan udara AS di Afganistan sesaat setelah peristiwa serangan 11 September.

Abu Qatada : ia adalah seorang ulama asal Jordania yang bermukim di Inggris, ia menjadi pemimpin kelompok muslim di Four Feathers, London, namanya sempat disangkutpautkan dengan pengeboman di Madrid pada tahun 2003, aktivitas Qatada mulai muncul dan mencurigakan setelah ia manjalin hubungan intensif dengan Yarakas Barkas, pimpinan Al-Qaeda sel Spanyol, menurut CNI(Dinas Intelijen Spanyol) pertemuan kedua tokoh ini sebagai buntut dari keikutsertaan Inggris dalam perang Iraq dan mereka kemungkinan akan melakukan serangan dadakan yang tak diduga-duga kepada Inggris atau Prancis, kini ia ditahan di penjara Belmarsh dan sedang menanti untuk diekstradisi ke Jordania, tanah kelahirannya.

Masih banyak nama-nama lainnya yang mungkin dapat di ungkap dan disebutkan dilain waktu, namun kejadian teror yang terjadi diberbagai belahan dunia ini ternyata berbanding lurus dengan keagresifan AS dalam wacananya perang melawan Teroris, yang jadi pertanyaan adalah teroris yang mana? Kartel Narkoba Meksiko telah membunuh yang otomatis meneror lebih dari 17.000 warganya, tetapi dimana AS?? Yang katanya berperang melawan teror. That’s Understanding Mind…
(fin)

Senin, 01 November 2010

Behind The Silent War : Operasi Gelap Kelompok Intelijen & Teroris

Al-Qaeda sebagai organisasi teroris dunia tentu sudah banyak menelurkan nama-nama besar dalam kelompok mereka, dan orang-orang yang tergabung dalam kelompok ini bukanlah orang-orang sembarangan, mereka tak jarang memiliki kemampuan lebih dari orang kebanyakan, Al-Qaeda mungkin bisa disetarakan dengan Mossad(Dinas Intelijen Israel),CIA(Dinas Intelijen AS), atau ISI(Dinas Intelijen Pakistan) karena cara bergeraknya hampir mirip, menggunakan konsep intelijen, tak terlihat, cepat, dan mematikan. Tugas-tugas yang diemban mereka pun hampir sama yaitu melakukan termination terhadap orang-orang yang mereka anggap musuh. Namun perbedaannya adalah, Al-Qaeda merupakan suatu kelompok militan yang berdiri sendiri dan tidak berafiliasi dengan pemerintah manapun dan bukan suatu badan atau kelompok bentukan pemerintahan namun merupakan suatu pergerakan atas inisiatif pemimpinnya Osama Bin Laden maupun para pengikutnya.
Mossad dalam operasinya “Wrath Of God” telah berhasil membunuh semua anggota komplotan Black September, yaitu sekelompok militan asal Palestina yang diduga melakukan pembunuhan & Penculikan terhadap sebelas atlet asal Israel di Munich. Para anggota kelompok Black September dibunuh dengan cara-cara unik dan keji, ditembak sebelas kali, ditaruh bom dibawah gagang telepon, maupun melakukan pengeboman di mobil yang mereka tumpangi. Mossad pulalah yang mengatur pembunuhan sadis terhadap Mahmoud Al-Mabhouh, panglima militer Hamas di Dubai, UEA.
CIA sebagai lembaga dinas Intelijen luar negri AS tidak kalah brutal dalam menjalankan aksinya, mereka membolehkan melakukan pembunuhan bahkan terhadap warganya sendiri apabila itu dikategorikan mengancam keamanan Negara mereka, CIA pulalah yang berada dibalik segala aktivitas teror di seluruh dunia. Rekaman foto dan video penyiksaan terhadap tahanan teroris dipenjara rahasia mereka di Lithuania, penyiksaan & pelecehan di penjara Abu Ghraib, Iraq sampai kekerasan yang dilakukan di Penjara Guantanamo, Kuba dan Mazar El-Syarif, Afganistan merupakan bukti kuat kebengisan mereka, bagaimana para tahanan itu ditelanjangi berhari-hari, ditakut-takuti dengan anjing, dieksekusi bohong-bohongan, diikat tergantung di hangar pesawat, sampai dilumuri kotoran manusia dan dipaksa melakukan adegan seks sesama jenis.
ISI (Dinas Intelijen Pakistan) selama ini juga dikenal memiliki pergerakan yang cukup maut, bagaimana mereka diduga melakukan pelatihan terhadap Laskar e-Taiba (Kelompk teror yang didanai dan dilatih oleh ISI, beroperasi di India) atau serangan Mumbai yang berdarah-darah itu juga nama ISI muncul kembali menjadi tertuduh, meskipun Pakistan sendiri membantah dengan mengatakan bahwa apabila tempatnya dijadikan basis bersembunyi oleh para teroris tersebut maka ia akan menindaknya dengan tegas. Pakistan selama ini juga bergandengan tangan dengan AS dalam memerangi Terorisme namun siapa sangka dalam sebuah dokumen yang dibocorkan oleh wikileaks, ternyata para agen mereka terlibat main mata dengan ektremis Taliban, dalam berbagai retorikanya mereka boleh saja mendukung AS dalam memerangi terorisme namun mengingat Afganistan adalah sekutu penting mereka dalam memerangi India, sehingga memerangi Taliban akan menjadi opsi kebodohan buat mereka. Penampilan para agennya pun sebagian ada yang seperti Taliban, menumbuhkan jenggot panjang, berfikir radikal seperti mereka dan bahkan mereka akrab satu sama lain, bahkan ada istilah faksi radikal dalam tubuh kemiliteran Pakistan.
Al-Qaeda sebagai kelompok teror yang mencuat beberapa windu terakhir ini juga menerapkan konsep yang sama dalam berperang, atau sering disebut asimetric war, hit and run, yaitu serang dan lari menjadi taktik gerilya yang cukup ampuh dan mematikan bagi musuh-musuhnya, kelompok ini tidak saja memiliki organisasi yang besar, pendanaan yang kuat namun juga dapat berubah menjadi suatu ideologi yang dapat menginfiltrasi siapa saja. seseorang atau kelompok tanpa harus bergabung secara resmi dengan Al-Qaeda tapi bisa saja ia menamakan dirinya Al-Qaeda, seperti Tandzim Al-Qaeda Aceh belum tentu ada hubungannya dengan Al-Qaeda Pusat di Afganistan pimpinan Osama Bin Laden ini.
Serangan 11 September 2001 terhadap menara kembar di New York yang menewaskan hampir 3000 orang adalah contoh serangan paling mematikan yang pernah dilakukan oleh Al-Qaeda, selain sebelumnya mereka juga terlibat dengan berbagai pengeboman, seperti kedubes AS di Tanzania dan Kenya, Pengeboman Kapal perang AS, USS Cole, atau pengeboman menara khobar yang membunuh 19 tentara AS di Arab Saudi, penembakan & Pengeboman brutal di perumahan warga AS di Arab Saudi menjadi serangkaian aksi mereka yang terkadang sulit diurai antara keterkaitannya satu sama lain, meskipun sama-sama Al-Qaeda namun belum tentu mereka terhubung dengan yang lainnya.
(Fin, dari berbagai sumber diantaranya Operasi Gelap CIA(Zaenurrofik), Intelijen dan Spionase(Majalah Angkasa Edisi Koleksi), 10 Teror Terbesar(Majalah Angkasa Edisi Koleksi))
Design image by fin ramdhan

AS Sebagai Negara Penyebab Konflik di Seluruh Dunia (Part2)

Pada tulisan pertama kita telah melihat bagaimana AS membuat huru-hara di Timur Tengah lalu Asia Timur, lalu bagaimana dengan wilayah lainnya?? Mereka pun pasti terjangkau oleh tangan-tangan kotor AS, karena tidak ada sejengkal pun wilayah di dunia ini yang bersih dari permainan AS.

Pemberontak FARC adalah sebagai pemberontak terbesar dan masih eksis hingga kini yang bercokol di Negara Kolombia, AS pun mencoba untuk memberikan bantuan dana yang besar terhadap pemerintah Kolombia guna membasmi FARC, namun bukannya dibasmi malahan FARC semakin eksis, mereka pun semakin beringas dengan membunuhi para pejabat Negara, melatakan kepala mereka ditengah jalan dan melakukan pengeboman di daerah-daerah sentral ekonomi di Bogota, Kolombia. Semua itu dapat terjadi karena ada unsur kesakithatian mereka terhadap pemerintah dan kebencian itu diperparah dan semakin menjadi-jadi karena AS bermain dibelakang semua ini.

Pemerintahan Sandinista di Nikaragua adalah pemerintahan yang sah dan demokratis dinegaranya namun karena ketidaksukaan AS terhadap mereka, AS pun berusaha untuk menggulingkan mereka dengan membiayai dan melakukan pelatihan terhadap para pemberontak hingga pemerintahan tersebut tumbang.
Soekarno sebagai pemimpin yang revolusioner dan anti-imperialisme jelas menolak berkonco dengan blok barat pimpinan AS namun ia pun menolak untuk berkomplot dengan blok timur pimpinan Uni Sovyet, tetapi kekuatan Komunis sepertinya lebih menggiurkan dan menginfiltrasi pola pikir Soekarno, bagaimana PKI dapat menjadi besar di Indonesia, kemudian kedekatannya dengan Fidel Castro maupun Pemimpin revolusioner tak tertandingi El Che Guevarra semakin menguatkan ketidaksukaan AS terhadap Soekarno, bisa ditebak sendiri hasilnya seperti apa?

Namun dalam operasinya AS tidak selamanya sukses, pada saat krisis perang nuklir, kekuatan dua pengaruh dua kutub antara blok barat dan blok timur. Kuba sebagai Negara anggota blok timur mengizinkan rudal-rudal Uni Sovyet untuk diletakkan di negaranya sebagai perlindungan terhadap serangan Negara AS, tentu saja ini membuat AS berang dan ingin memberangus pemerintahan Fidel Castro yang saat itu berkuasa, padahal AS sendiri sebenarnya meletakkan rudal mereka di Polandia yang notabene membuat Uni Sovyet terancam, AS pun menggunakan cara konvensional dengan melakukan pelatihan terhadap orang-orang yang anti Castro dan disaat yang tepat mereka akan melakukan upaya kudeta terhadap pemerintahannya namun sayang kekuatan KGB( Dinas Intelijen Uni Sovyet) terlalu kuat pengaruhnya sehingga semua usaha AS yang didalangi CIA(Dinas Intelijen AS) menjadi bias dan menuai hasil yang memalukan.

(Fin, dari berbagai sumber diantaranya Operasi Gelap CIA(Zaenurrofik), Intelijen dan Spionase(Majalah Angkasa edisi koleksi))

Minggu, 31 Oktober 2010

AS Sebagai Negara Penyebab Konflik di Seluruh Dunia

Iran sebagai negara paling gencar diisukan oleh media berita beberapa waktu belakangan ini tentu bukan alasan mengapa isu itu terus berkembang, itu semua tak lain tak bukan adalah tuduhan AS bahwa mereka memiliki nuklir yang sangat berbahaya bagi perdamaian dunia, padahal Iran sendiri mengatakan bahwa kepentingan nuklirnya adalah untuk kepentingan damai.
Para analis pun memiliki pemikiran bahwa jangan-jangan ini hanyalah permainan AS saja untuk menguasai minyak Negara-negara teluk, mengingat AS adalah Negara miskin minyak, betapa tidak bahwa penduduk mereka mengkonsumsi minyak hampir 25% pertahunnya sementara cadangan minyak mereka hanya 2,5% saja. Pada akhirnya sistem kapitalisme ala AS terus dikumandangkan ke segala penjuru dunia, dengan mengatasnamakan perdagangan bebas, investasi menguntungkan, dsb padahal apa yang mereka lakukan adalah sedang mengeruk kekayaan Negara orang lain demi kepentingannya.
Negara-negara yang ingin maju ditahan oleh mereka agar tidak dapat maju, sementara Negara miskin mereka ekploitasi kekayaannya sehingga makin miskin, mereka juga melakukan monopoli hampir disegala bidang, perfilman, olahraga, dsb.
Kalau kita telaah penyebab pecahnya sejumlah konflik di timur tengah adalah karena ulah dua Negara, yaitu AS dan sekutunya Israel, bahkan menlu Hillary Clinton menyatakan komitmennya untuk Israel dan menganggap dengan kehadiran Israel seperti mukjizat.
Afganistan perang karena AS, sekarang menjalar ke Pakistan, Iraq pun di invasi oleh AS, Palestina dicaplok wilayahnya oleh Israel atas persetujuan AS, karena AS lah melalui presidennya Harry Truman yang menyatakan bahwa mereka mengakui Israel sebagai Negara yang sah. Lalu konflik pun menyebar ke Lebanon.
Sekarang ada lagi isu baru !!! yaitu kawasan Asia Timur, bagaimana arogansi Korsel yang didukung AS terus melakukan propaganda dengan melakukan latihan perang bersama AS di wilayah tersebut dengan alasan untuk melakukan persiapan terhadap Korut, pada kenyataanya toh Korut baik-baik saja, tidak membuat ulah apapun, terkait dengan masalah tenggelamnya kapal ceongnam milik Korsel lalu tuduhan itu dilayangkan kepada Korut bahwa militer Korut lah yang melakukan penembakan sehingga tenggelamnya kapal tersebut.
Sebenarnya masalah tersebut dapat selesai dengan baik seandainya AS tidak ikut campur namun karena AS ikut campur sehingga membuat Korsel menjadi tinggi hati dengan membuat sejumlah gertakan-gertakan baru terhadap Korut, hal ini tentu memicu China sebagai sekutu dekat Korut bereaksi terhadap arogansi Korsel dengan melayangkan protes kepada Korsel, belum lagi pada masa terdahulu China juga harus berurusan dengan Taiwan yang lagi-lagi dibekingi AS, Taiwan dipersenjatai oleh AS tentu memicu kemarahan China karena teritori Taiwan masih tidak diakui belum merdeka dari China, maka semua kontrol Negara Taiwan harusnya berada pada China.
(Fin dari berbagai sumber diantaranya Al-Qaeda membongkar Intelijen Amerika(Muhammad Khalil Al-Hakaymah), dan internet eramuslim.com)
Design image by fin ramdhan



Kamis, 28 Oktober 2010

Inside The Jihad : My Life With Al-Qaeda

Omar Nasiri begitu kaget saat melihat rumahnya sudah berantakan karena penyergapan yang dilakukan oleh aparat Maroko, ia hanya bisa melihat ibunya menangis tersedu-sedu, semua ini karena dirinya yang menjadi mata-mata untuk menagkap teman-temannya sendiri yang sudah berhari-hari hidup dan tinggal dengannya, perjalannya yang rumit menjadi seorang mata-mata belum lagi derita batin telah membuat dirinya semakin mengukuhkan diri untuk berjihad ke Afganistan, namun bukan sebagi jihadi, melainkan tetap sebagai mata-mata, ia ingin membuktikan kepada atasanya di DGSE(Agen Intelijen Prancis) bahwa ia bisa melakukan penyusupan ke kamp-kamp pelatihan Al-Qaeda disana.
Gilles pun hanya dapat memberikan nasihat bahwa jarang ada orang yang berhasil menembus dan pulang dengan selamat untuk dapat masuk kesana dan ia pun tdiak berani bertanggung jawab atas keselamatannya.
Benar saja saat ia melakukan perjalanan kesana, sulitnya bukan main, bahkan ia sempat tersesat dan dikira ulama yang kemudian diagung-agunkan oleh penduduk lokal dan mereka mengatakan bahwa jihad yang dilakukan oleh Taliban itu salah, kembalilah ke jalan yang benar, kata mereka.
Namun tekadnya untuk terus melakukan perjalanan menggebu-gebu sehingga ia tetap melanjutkan perjalannya sehingga dapat menembus kamp-kamp pelatihan tersebut.
Ia belajar bagaimana cara menggunakan senjata, rudal anti tank, bahkan ia harus membersihkan AK-47 yang diberikan padanya setiap hari, ia juga bertemu dengan rekan-rekan jihadnya dari seluruh dunia, seperti Chechnya, Somalia, Iraq, dll.
Setiap pagi sebelum subuh Omar yang kemudian menggunakan nama alias Abu Imam pun harus melakukan pemanasan fisik yang melelahkan, berlari naik turun gunung tanpa henti kurang lebih empat jam, menimba air, memakan makanan kacang rebus, roti busuk terkadang kalau lagi beruntung mereka mendapatkan tuna.
Omar terkenal sebagai murid yang nakal, beberapa kali ia terkena hukuman dari gururnya, Ibnu Syekh, mulai dari berlari tanpa henti naik turun gunung, membersihkan toilet,dsb.
Abu Imam pun melihat sebuah celah baginya untuk sedikit bersantai yaitu menjadi muadzin karena ia melihat yang menjadi seorang muadzin itu kerjanya hanya tidur-tiduran saja dan menunggu saatnya azan berkumandang. Tibalah saat yang berbahagia tersebut baginya untuk menjadi seorang muadzin, namun saat adzan ternyata suaranya membuat kuping semua orang pengang, saking jelek suaranya sehingga ia pun tidak diizinkan kembali menjadi seorang muadzin.
Pelajaran mengenai interogasi, penyanderaan, penusukan, bagaimana menggunakan material-material kecil menjadi senjata, bagaimana melakukan penyusupan kepada tempat yang dijaga oleh beberapa aparat, semua itu ia pelajari dengan seksama.
Bagaimana melakukan pengeboman, kontak baku tembak, seni melarikan diri, melakukan simulasi pengeboman dengan ranjau, menggunakan detonator sampai kepada ceramah-ceramah propaganda yang intinya menceritakan kebencian mereka kepada orang-orang barat menjadi menu sehari-hari dalam kehidupannya selama di camp.
Camp pelatihan ini juga memiliki orang-orang yang ahli membuat film, namun orang itu tidak tinggal disini, ia terkadang sesekali datang ke camp sembari membawa film terbaru buatannya, salah satu film yang pernah ditonton oleh Omar adalah tentang Syamil Salmanovich Basayev, pejuang Chechnya. Bagaimana ia melihat dalam film itu Syamil melakukan penyanderaan terhadap rumah sakit kemudian ia pun mengacungkan senjatanya dan meminta tebusan serta perjalanan aman ke negaranya kepada pemerintah Russia, betapa cerdiknya Syamil, meskipun ia akhirnya harus tewas dilain waktu saat mobil yang ia tumpangi dipasangi bahan peledak oleh C.I.A.
Saat ia harus kembali ke negaranya dan menyusup ke Negara-negara Eropa dengan puluhan paspor palsu yang sudah dibuat, yaitu menjadi silent army, melakukan suatu pola senyap untuk melakukan aksi teror dengan rapih, namun tentu saja Omar tidak melakukan hal tersebut karena ia seorang mata-mata, dan ia berhasil menyembunyikan identitasnya sampai masa pelatihannya selesai.
Semua orang yang ia lihat di camp ini memiliki ciri yang sama, yaitu janggut yang lebat, muka pecah-pecah, memiliki lingkar hitam dibawah mata yang pekat, semua itu karena pelatihan yang keras belum lagi suasana yang gersang didataran Afgan, dan kini ia pun memiliki ciri yang sama dengan gurunya maupun teman-teman satu angkatannya.
Buku ini cukup inspiratif dan tidak membosankan untuk dibaca, menawarkan sudut padang cerita si pelaku sendiri dengan gaya narasi yang apik, buku ini dikeluarkan oleh Zahra Publishing House dengan harga sekitar Rp. 89.000,-

Rabu, 27 Oktober 2010

Terorisme dalam perspektif ilmu Manajemen dan Organisasi

Semenjak tewasnya gembong teroris utama Noordin M Top sebagian orang awam mungkin mengatakan bahwa aktivitas terror sudah menurun di Indonesia, namun nyatanya justru malah semakin banyak meskipun dengan penurunan kualitas yang ada, seperti contoh tanpa kita duga-duga Dulmatin ternyata sudah berada di Indonesia, partner in crime Umar patek ini oleh sebagian pengamat disimpulkan masih dan tidak akan kembali lagi ke Indonesia karena bagi mereka Indonesia bukan ladang jihad yang bagus buat mereka.
Namun kasus penyergapan terhadap dulmatin di Pamulang serta tumbuhnya sel terorisme di Aceh menjadi suatu pertanyaan besar pada kita semua, siapa yang melakukan itu semua?? Adakah keterkaitannya dengan jaringan teroris Noordin M Top?? Itu semua mungkin hanya polri dan pengakuan dari para pelakunya sendirilah yang mengetahuinya, namun yang ingin saya bahas disini adalah bagaimana pola pikir mereka dan mengapa teroris itu malah tumbuh subur di Indonesia bukannya habis.
Para pengagum Terorisme di Indonesia tidaklah sedikit namun mereka kemudian terbagi lagi ke beberapa bagian.
Pertama, mereka adalah kelompok-kelompok Militan atau Hardcore yang memiliki suatu pola pikir yang radikal dan melakukannya dalam wujud nyata, contoh : Mengkonsep Pengeboman, Perampokan, Penyanderaan, dll.
Kedua, mereka adalah orang-orang yang memiliki tugas menjadi kombatan atau pemimpin perang di lapangan, contoh : aksi perampokan, Mencari senjata, logistik dan bahan peledak
Ketiga, Mereka adalah jaringan pelindung, yaitu orang-orang memiliki pandangan radikal saja dan bersedia untuk melindungi para pelaku utama dari kelompok pertama, namun tidak turut langsung dalam mengkonsep suatu kegiatan teror, contoh : menyediakan safehouse, menjadi kurir, menyediakan transport, dll
Dari sini kita dapat menganalisis bahwa pelaku teror adalah orang-orang yang menggunakan ilmu manajemen dan organisasi secara rapih dan baik dalam menjalankan aksinya. Sama seperti teori manajemen yang membagi tingkatan level manajer kedalam tiga tingkatan yaitu :
Pertama, High Manager yang berisi orang-orang kelas atas yang melakukan serangkaian konsep biasanya dilakukan oleh jajaran direksi, direktur dan komisaris
Kedua, Middle Manager yang berisi orang-orang yang bertugas menjalankan konsep yang sudah dibuat oleh orang-orang pertama dan menerjemahkannya ke dalam bentuk nyata. Contoh : Manager Pemasaran, Keuangan, dll
Ketiga, Low Manager yaitu orang-orang lapisan bawah, yang hanya menjadi pesuruh tanpa tahu menahu dan ikut campur dalam urusan orang-orang pada level teratas.
Contoh : Kurir, Satpam, dll
Namun yang menariknya adalah bahwa ketiga elemen tersebut saling berkaitan satu sama lain karena pabila salah satu fungsi tersebut tidak berjalan dengan baik maka kegiatan suatu operasi tidak akan berjalan dengan baik.

Pola Fikir Al-Qaeda yang menginfiltrasi para pengagumnya di Indonesia


Mengapa Teroris tak kunjung habis di Indonesia?? Sebagian orang mungkin sulit mengurai aksi teroris dan pemikiran para pelakunya, namun dapat kita mengerti dan kita urai bersama apabila kita mengacu pada kelompok jaringan utamanya yaitu Al-Qaeda.
Berikut adalah hasil pengamatan kami tentang pola fikir Al-Qaeda yang dalam bukunya ditulis oleh Hussein Mahmoud, dkk.
1.Apabila seorang ulama atau tokoh yang anda kagumi meninggal atau terbunuh oleh orang-orang thagut janganlah bersedih hati tetapi kalian harus berbahagia karena itu sebagai obat bagi kalian untuk pembalasan dendam.
2.Mendirikan Negara Islam adalah wajib hukumnya dan bahwa itu sebenarnya sudah dirancang sejak duapuluh tahun yang lalu di Iraq, namun melihat begitu banyaknya musibah, baru saja Iraq berjalan selama lima tahun semenjak invasi AS ke negeri itu, orang-orang sudah banyak yang meninggalkannya
3.Setiap ancaman yang dilayangkan oleh Al-Qaeda itu pasti akan benar-benar dilaksanakan, namun tidak harus dilakukan dalam waktu yang berdekatan bisa jadi membutuhkan waktu yang cukup lama.
Itulah beberapa poin penting dari sekian banyaknya poin yang membuat terorisme sulit kunjung padam di Indonesia, kematian Noordin M Top, AbdulMatin, dll telah mengobarkan semangat Jihad untuk melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang mereka anggap thagut, namun apabila kematian menghampiri mereka, mereka bilang itu mati syahid.
Belum tercapainya negara Islam di Indonesia akan terus menebarkan kebencian dari kaum-kaum fundamentalis yang melihat Negara ini sudah disandera oleh tangan-tangan kotor Amerika dan sekutunya, Pelacuran, Homoseks, Korupsi, dsb.
Al-Qaeda tidak akan mati apabila kepentingan-kepentingan politik AS masih saja menggelayuti umat Muslim dimanapun mereka berada, karena tujuan mereka adalah untuk membuat Negara Islam dari Indonesia hingga Spanyol yang bersih dari tangan-tangan orang kafir dan menggantinya dengan akhlak yang mulia dan syariat Islam yang benar.

Daftar Blog Saya

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger