Rabu, 02 November 2011

Camila Vallejo, Demonstran wanita Chille anti Kapitalis

Camila Vallejo tengah menjadi buah bibir dikalangan masyarakat Chille, ia sebagai seorang wanita muda, cantik, dan pintar melakukan aksi demonstrasi menuntut perbaikan ekonomi dan mengharapkan pemerintah agar lebih pro rakyat.
Ditengah-tengah pertentangannya ia pun berani turun kejalan, menghadapi serangan gas air mata, ditangkap, diintimidasi bahkan diancam mau dibunuh. hebatnya ia adalah mampu memobilisasi massa yang cukup banyak, septisisme pun muncul bahwa ini hanyalah kecantiiannya semata.
Namun Camila membantah bahwa itu semua, ia dilahirkan dari keluarga buruh, serta tidak terikat oleh apapun sehingga ia bebas saja dalam melakukan aksinya.
Camila Vallejo adalah gadis berusia 23 tahun yang juga merupakan anggota oposisi
partai Komunis Chille. ia sudah enam bulan memimpin serangkaian aksi demonstrasi besar-besaran terhadap pemerintah. itu adalah aksi protes terbesar sepanjang 20 tahun sejarah Chille.
wanita cantik bertindik dihidung ini menuntuk pimpinan Chille yang berhaluan konservatif Sebastian Pinera untuk mundur.

Mengenal Yingluck Shinawatra, PM Thailand

Yingluck Shinawatra mulai mencuat dan menarik perhatian saati ia menjadi Perdana Mentri pertama wanita di Thailand, selain karena ia wanita, kecantikannya jugalah yang menjadi pesona dirinya, ia juga adalah adik dari Thaksin Shinawatra, mantan PM Thailand. Yingluck menjadi PM setelah menggantikan PM sebelumnya yaitu, Abhisit Vejajiva yang juga masih berusia muda.
Yingluck saat ini dihadapkan pada masalah banjir yang meluas di Thailand, dirinya optimis bahwa banjir ini tidak akan meluas sampai Bangkok, namun apa mau dikata, toh akhirnya banjir masuk juga ke wilayah ibukota tersebut sehingga ia pun secara pribadi meminta maaf atas kejadian tersebut.
Dalam karir politiknya memang ia masih sangat hijau, namun dukungan dari parlemen Thailand sebanyak 296 suara dari 497, membuat dirinya menjadi pemenang dalam sistem pemerintahan yang parlementer itu.
Adapun partai yang mengusung Yingluck adalah partai Phua Thai, yaitu partai yang menunjukkan dominasinya di daratan Thailand. di parlemen pun mereka meraih doninasi 60% kursi di DPR setelah berkoalisi dengan 6 partai untuk meraih kemenangan.
Yinglunck dihadapkan untuk memenuhi janjinya di masa kampanye lalu. Janji-janji tersebut antara lain, kenaikan upah minimum dan memberikan harga tinggi bagi beras para petani Thailand.
Tetapi sepertinya janji-janji ini sulit untuk diwujudkan oleh perempuan berusia 44 tahun ini. Bank Sentral Thailand sebelumnya sudah memperingatkan, bila Yingluck tetap bersikeras untuk mewujudkan janjinya maka bukan tidak mungkin Thailand akan tenggelam dalam inflasi tinggi.

Rabu, 03 Agustus 2011

Tarian kematian "Sniper Baghdad"

Pasca serangan AS ke Iraq yang "gagah berani" itu dilakukan pada tahun 2003, mungkin itu akan menjadi akhir dari kediktatoran kejam Saddam Hussein, namun siapa sangka itu malah menjadi malapetaka buat Iraq selanjutnya, karena pasca Saddam tumbang justru Iraq semakin carut maruk, masuknya Al-Qaeda, Pemberontakan dimana-mana, konflik sektarian antara Sunni/Syiah menjadi tidak terbendung lagi, kemiskinan, bom dimana-mana, sementara tentara AS pun hanya bisa menonton segala kekacauan ini dibalik tembok markas besarnya itu.
 Pada saat masa kritis itulah sekelompok orang yang menamakan dirinya Sniper Baghdad muncul ditengah carut-marut politik Iraq pasca Saddam. mereka yang oleh tentara AS dijuluki dengan Juba, telah menjadi momok menakutkan bagi tentara AS, bagaimana tidak, mereka tidak terlihat, target serangan pun jelas, membuat tentara AS menjadi tidak tenang dan berada dalam ketakutan yang teramat sangat.
"Mereka telah membunuh banyak orang. mereka telah dilatih pada masa Saddam, mereka bisa menembak saya saat sedang berjalan bahkan berlari, mereka bisa menembak saya saat didalam kendaraan, mereka sangat hebat" begitulah salah satu komentar jasa penerjemah yang bekerja untuk AS.
Kata-kata Juba sendiri dibuat oleh AS berdasarkan dari mitos bangsa Afrika yaitu "tarian kematian", sebuah julukan yang akhirnya menjadi paranoia dikalangan tentara AS sendiri.
namun mitos tentang Juba ini sempat dibantah oleh kapten Brendan Hobbs, ia mengatakan "Juba adalah produk dari militer AS, itu hanyalah mitos."

sebuah kata-kata yang akhirnya menjadi mengada-ada karena bukti otentik hasil rekaman yang dibuat oleh Juba kini disebarluaskan di internet. memperlihatkan bahwa Juba memang ada, dan Reall !!!
dalam video itu bagaimana satu tentara AS tengah berada di atas kap Tank baja nya saat seketika kemudian muntahan satu peluru menerjang leher/kepala nya, memuncratkan darah dan tubuhnya tergolak menggelepar seketika, yang kemudian diikuti oleh video-video lainnya.
Apakah sekarang mereka masih eksis ?? menurut laporan bahwa mereka sekarang telah ditangkap dan dibunuh, tapi apapun itu alasannya bahwa pendudukan AS bisa dilawan dengan cara-cara yang unik oleh Iraq.
courtesy : any source

Rabu, 20 Juli 2011

Anatomi Perencanaan, Perburuan Manusia, dan Pembunuhan (bag. 1)

Anatomi Perencanaan, Perburuan Manusia, dan Pembunuhan (bag. 1)


Dalam karya novel kriminal yang ditulis oleh Frederick Forsyth, berjudul The Day of The Jackal banyak sekali hal-hal yang didalamnya cukup menggemparkan, bagaimana tidak, novel ini telah banyak menginspirasikan berbagai peristiwa pembunuhan serupa di berbagai belahan dunia lainnya.
Perdana Mentri Israel, Yilzhak Rabin yang pada tahun 1993 menandatangani perjanjian damai dengan Palestina dibunuh oleh seorang radikal Yahudi ekstrem kanan, kabarnya terinspirasi oleh anatomi pembunuhan yang dilakukan oleh tokoh yang bernama sandi Jackal dalam novel ini.
Berbagai pemalsuan dokumen-dokumen yang dilakukan oleh sang pembunuh bayaran profesional ini juga telah menginspirasikan banyak orang untuk melakukannya, dan berhasil.


Persiapan demi persiapan yang matang dilakukan oleh Sang Jackal dalam upaya nya untuk melakukan pembunuhan terhadap Presiden Charles De Gaulle, setelah melakukan pertemuan dengan tiga petinggi OAS-Organisasi Teroris di Prancis- yang bersembunyi di sebuah hotel di Roma.
Casson dan Monclairt dan Rodin sebagai pimpinan dari gembong Teroris tidak putus asa dan patah arang setelah berbagai upaya pembunuhan yang mereka rencanakan maupun lakukan bersama dengan para anggota OAS lainnya, namun karena kuatnya sistem pertahanan Presiden De Gaulle, sehingga membuat mereka sulit untuk melakukan aksi kudeta terhadap presiden Prancis ini.
OAS sendiri adalah sebuah organisasi teror yang didirikan atas dasar patriotisme naif para anggotanya yang merasa kecewa karena De Gaulle sang presiden telah menandatangani perjanjian damai dengan pemberontak Al-Jazair dan memberikan wilayah jajahan Prancis tersebut kepada para pemberontak, sudah banyak tentara Prancis yang meninggal disana oleh para pemberontak Arab yang mereka sebut dengan nada hinaan sebagai “para melon” namun kematian, derita, cacat dan berbagai pembunuhan sadis yang dilakukan oleh para pemberontak terhadapa para tentara Prancis dimaafkan dan malahan kekuasaannya dialihkan begitu saja kepada pihak Al-Jazair oleh De Gaulle.
OAS pun tercatat telah melakukan enam kali upaya pembunuhan dan selalu gagal.
Mereka pun sekarang mulai menggunakan metode lain, yaitu menyewa jasa pembunuh bayaran profesional yang namanya sama sekali tidak pernah diketahui oleh pihak interpol manapun, fisik, sifat, perilaku, nama, pasport, tidak ada orang yang tahu.
Disinilah pertarungan dua kekuatan kembali terjadi, OAS dan Pihak Pemerintah Prancis beradu cerdas dalam aksi saling bunuh ini.
courtesy: the day of the jackal-frederick forsyth

Jumat, 20 Mei 2011

Al-Qaeda sebagai merk baru dagangan AS dalam Kapitalisasi dunia

Hari ini, atau Era kini yang memunculkan Al-Qaeda sebagai sosok antagonis dari pihak AS membuat permasalahan Teror semakin kompleks dan seolah tidak ada habisnya, karena Terorisme itu adalah alat perjuangan atau sengaja diciptakan untuk memperoleh "Porfitabilitas" dengan apa yang mereka sebut Ekonomi Kapitalis, sesuai teori Bapak Kapitalis Klasik, Adam Smith yang mengatakan bahwa usaha adalah untuk memperoleh keuntungan, dan dari keuntungan itu dipakai untuk modal usaha kembali, begitu seterusnya, dan bahwasanya apa yang mereka sebut sebagai negara dunia ketiga adalah sebagai "ladang subur" untuk menyerap kekayaan mereka habis-habisan tanpa perduli halal atau haram.

Lahirnya sosok Al-Qaeda adalah sebagai "penjaga stabilitas" politik ekonomi AS itu sendiri, bayangkan apabila kelompok ini tidak ada, berapa banyak senjata-senjata AS yang tidak terpakai nantinya, berapa banyak proyek Minyak mereka yang tidak dapat dijalankan, berapa banyak kepentingan-kepentingan politik AS dan hegemoni dunia dalam menenetang Imperialis baru yaitu "China" bisa mereka lakukan. 
Invasi AS dan Nato ke Lybia adalah untuk menjaga stabilitas usaha minyak mereka di negara tersebut, karena hampir 40% Perusahaan Eksportir Minyak di Lybia di kuasai oleh Perusahaan dari China, sebut saja CNPC(Chinese National Petroleum Company), apabila hal ini dibiarkan maka hegemoni AS makin lama dan perlahan akan terkikis habis sehingga kebutuhan konsumsi mereka akan minyal sebesar 25% menjadi tidak terpenuhi, ditambah fakta miris bahwa negara ini hanya memiliki 2,5% cadangan minyak.
Hampir 20 besar negara di dunia pemilik cadangan terbesar minyak dunia berasal dari Timur Tengah, dan hampir 2/3 penduduk miskin dunia pula tinggal di kawasan ini, lantas mengapa hal ini bisa terjadi? adanya faktor keserakahan dalam membangun negara yang militeristik dan diktarorisme membuat segalanya menjadi mudah, Husni Mubarak semasa menjabat sebagai Kepala Pemerintahan di Mesir, menjual minyak yang begitu murah kepada Israel dan ia juga menimbun uang hampir triliunan rupiah sementara hampir 40% rakyat Mesir hidup dibawah garis kemiskinan, adanya faktor ketakutan dengan melakukan  "Packaging" pejanjian Camp David tahun 1979 membuat semua orang terlena, karena adanya bayaran mahal dari perjanjian ini, yaitu kemiskinan yang melanda kawasan Mesir yang kemudian memicu disintegrasi Politik hasil dari efek domino yang tengah melanda Timur Tengah saat ini.
Masih adanya media di Indonesia yang tidak dapat berfikir kritis dan selalu "melegalkan" legitimasi AS dan mengkambinghitamkan apa yang disebut "Teroris", membuat kita semua seharusnya berfikir, apakah Teror itu ancaman nyata, atau teror itu diciptakan oleh AS sendiri?? 
Terorisme itu harus diberantas, tapi pencipta dari Terorisme itu sendiri harus mendapatkan atensi dan tekanan, agar proyek "kapitalisme" ini dapat diselesaikan dengan jalan damai dan baik, bukan kekerasan berlabel "Demokrasi"



Rabu, 04 Mei 2011

Feminisme Pemimpin Negara di Dunia (Part 2)

1. Julia Gillard
Julia Eileen Gillard atau lebih dikenal dengan nama "Gillie" (lahir di Barry, Wales, 29 September 1961; umur 49 tahun) adalah Perdana Menteri Australia ke-27 dan wanita pertama yang menjadi perdana menteri Australia.
Julia Gillard menjadi perempuan Perdana Menteri pertama di Australia, setelah Kevin Rudd, meletakkan jabatan sebagai pemimpin Partai Buruh.
"Perdana menteri berikutnya dari Partai Buruh dan perempuan perdana menteri pertama di negeri ini ialah Julia Gillard," kata pejabat kaukus Michael Forshaw kepada wartawan di Canberra, setelah keluar dari ruang pertemuan partai.

2.Iveta Radicova
Perdana Menteri Wanita pertama tidak hanya ada di Australia, kini kekuasaan dari koalisi tengah beraliran kiri di Slovakia diambil alih oleh Iveta Radicoca yang mampu meraih suara mayoritas pada pemilu parlemen.
veta yang memenangkan pemilu tersebut mampu mengalahkan dominasi kabinet koalisi tiga partai beraliran kiri pimpinan Perdana Menteri Robert Fico.

3. Hillary Clinton
Hillary Rodham Clinton (lahir di Chicago, Illinois, 26 Oktober 1947; umur 63 tahun dengan nama Hillary Diane Rodham ) adalah senator junior Amerika Serikat dari negara bagian New York, suatu jabatan yang dimulai pada 3 Januari 2001. Ia menikah dengan Bill Clinton, Presiden Amerika Serikat ke-42 dan Ibu Negara Amerika Serikat selama dua masa jabatan (1993 - 2001). Sebelumnya, ia adalah seorang pengacara.
Hillary Rodham dilahirkan di Chicago, Illinois, dan dibesarkan dalam sebuah keluarga Methodist di Park Ridge, Illinois.
Lulus dari Sekolah Hukum Yale pada tahun 1973, ia pindah ke Arkansas pada tahun 1974 dan kemudian menikahi Bill Clinton pada 1975. Ia lalu menjadi rekan wanita pertama di Firma Hukum Rose pada tahun 1979 dan dua kali tercatat sebagai salah seorang dari 100 pengacara paling berpengaruh di Amerika.
Sebagai Ibu Negara Amerika Serikat, rancangan layanan kesehatan Clinton yang merupakan inisiatif terbesarnya gagal disetujui Kongres pada tahun 1994. Pada tahun 1997 dan 1999, Clinton berperan dalam pembentukan Program Asurasi Kesehatan Anak-Anak Negara (State Children's Health Insurance Program), Undang-Undang Adopsi dan Keluarga Aman (Adoption and Safe Families Act), dan Undang-Undang Kemandirian Asuhan Keluarga (Foster Care Independence Act).

4. Benazir Bhutto
Benazir Bhutto lahir di Karachi, 21 Juni 1953 – meninggal di Rawalpindi, Pakistan, 27 Desember 2007 pada umur 54 tahun adalah perempuan pertama yang memimpin sebuah negara Muslim di masa pasca-kolonial. Bhutto yang karismatis terpilih sebagai Perdana Menteri Pakistan pada 1988, namun 20 bulan kemudian ia digulingkan oleh presiden negara itu yang didukung militer, Ghulam Ishaq Khan, yang secara kontroversial menggunakan Amandemen ke-8 untuk membubarkan parlemen dan memaksa diselenggarakannya pemilihan umum. Bhutto terpilih kembali pada 1993 namun tiga tahun kemudian diberhentikan di tengah-tengah berbagai skandal korupsi oleh presiden yang berkuasa waktu itu, Farooq Leghari, yang juga menggunakan kekuasaan pertimbangan khusus yang diberikan oleh Amandemen ke-8
Benazir terbunuh pada tanggal 27 Desember 2007 dengan ditembak di bagian leher oleh seorang pembunuh yang kemudian juga meledakkan sebuah bom bunuh diri. Pembunuhan ini terjadi ketika ia baru saja meninggalkan Liaquat National Bagh di Rawalpindi dalam rangka kampanye pemilihan umum di awal tahun 2008.
Ia dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal pada hari itu juga.

(Sumber : Any Source, wikipedia.co.id, etc)

Rabu, 27 April 2011

Sebuah Masjid di Munich : Konspirasi Nazi, CIA, dan Ikhwanul Muslimin

(Resensi Buku)
Para pembajak pesawat dalam serangan 11 September yang ternyata tinggal di Eropa, membuat jurnalis Wall Street Journal dan juga peraih Pulitzer Prize, Ian Johnson, bertanya-tanya, bagaimana kelompok seradikal itu bisa membenamkan akar-akarnya di dunia Barat. Sebagian besar laporan merujuk ke masa dua puluh tahun silam, yaitu dukungan AS terhadap para gerilyawan di Afghanistan. Namun, Johnson menggali lebih dalam lagi hingga ke masa Perang Dingin, yaitu kisah sebuah kelompok Muslim eks-Soviet yang berpaling ke pihak Jerman selama Perang Dunia II.

Agen-agen Jerman mengubah kelompok itu menjadi mesin propaganda anti-Soviet. Lalu intelijen AS bersaing untuk mengendalikan dan memengaruhi kelompok Muslim ini guna membendung pengaruh komunisme Soviet pada satu pihak dan Nazi pada pihak lain. Sedangkan Ikhwanul Muslimin berkepentingan menjadikan kelompok ini sebagai landasan untuk menyebarkan “gagasan Islam” yang mereka anut di Eropa.

Sebuh masjid pun dibangun sebagai kompromi perimbangan kepentingan—kalau tidak ingin mengatakan konspirasi—tiga kelompok ini. Dan dengan dibangunnya masjid di Munich ini, bisa dikatakan Islam radikal membangun pijakannya di dunia Barat. Pertanyaannya, bagaimana tiga kelompok yang saling berseberangan satu sama lain bisa terlibat dalam satu konspirasi?
(courtesy untukku.com)

Daftar Blog Saya

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger