Minggu, 02 Desember 2012

Jason Bourne: Sang Pembunuh Terlatih CIA

Bagi penggemar film trilogy Bourne, mungkin nama ini sudah tidak asing lagi, ya Jason Bourne adalah Seorang pembunuh terlatih CIA yang bertugas untuk menghabisi nyawa setiap orang yang dianggap pembangkang oleh Amerika. Dr. Albert Hirch seorang kepala Operasi Program Treadstone, yaitu program sepasukan pembunuh yang diciptakan CIA, yang bertujuan untuk melindungi nyawa orang Amerika, karena dimata seorang Dr. Hirch bahwa ia adalah seorang patriot, Amerika sekarang hidup diujung pisau.
Treadstone dilatih oleh Conklin, seorang pelatih kepala program yang telah melatih agen-agen mereka dengan sangat keras & baik, Bourne adalah agen terbaik-nya, sampai suatu saat Bourne gagal melakukan tugasnya untuk membunuh politisi Nykwana Wombosi, & tertembak dua kali oleh Wombosi lalu terlempar kelaut dan berakhir dirinya dengan lupa ingatan, Amnesia. Bourne tidak ingat apapun lagi, sampai suatu ia bertemu dengan seorang wanita nomaden, Marie Kruetz yang menjadi pendamping hidupnya untuk berusaha mengingat kembali tentang siapa sebenarnya Bourne, identitas yang hilang yang kemudian dicuri memorinya oleh Sekelompok pejabat korup ditubuh CIA, yang telah menghilangkan dana 20 juta dollar untuk melakukan perjanjian kotor dengan pengusaha Minyak asal Russia.
Nicolette Parson adalah seorang mata-mata CIA yang bekerja dibagian logistik, ialah yang bertanggung jawab terhadap segala jenis modifikasi perilaku para agent Treadstone, sensitifitas cahaya, marah, depresi, stress, & program peningkatan agent, para Agent tidak pernah dilatih untuk melakukan pembunuhan secara acak, mereka selalu punya tujuan.
Blackbriar adalah suatu program pengembangan dari treadstone, berfungsi untuk melakukan pengintaian, pengumpulan data, tidak ada birokrasi bahkan upaya terminasi terhadap lawan yang dianggap sebagai ancaman, itulah istimewanya kita, kata Noah Vossen deputi direktur CIA.
Bourne selama hidupnya telah melakukan sejumlah “Assassination” terhadap beberapa tokoh penting, ia berusaha mencari jejak terhadap orang yang pernah ia bunuh. Vladimir Neski, seorang tokoh reformis Russia yang nyawanya ia habisi membuat perasaan bersalah dalam dirinya.
Disinilah awal “dirty little secret” dimulai, atasan Conklin Ward Abbott & Gretkov, pengusaha minyak Russia membuat konspirasi, yaitu mencuri identitas Bourne karena kelicikan mereka berdua akan diselidiki oleh Pamela Landy, Deputi Direktur CIA yang ikut memburu Bourne di Berlin, Jerman. “Kami sama-sama menginginkan kan Bourne, namun kami mengurus Bourne dengan cara berbeda, Pam Landy” To be continued

Sabtu, 17 Maret 2012

Syria Under Attack

Kejatuhan Rezim Al Assad mungkin oleh sebagian kalangan dinilai akan sebentar lagi berada diambang mata, terutama media barat seperti Amerika Serikat yang terus menerus berkoar-koar melalui berbagai pidatonya yang disampaikan oleh Presiden Barrack Obama, dengan mengatakan bahwa rezim Assad di Suriah sebentar lagi akan hancur. Namun faktanya justru sampai detik ini Pemerintahan Diktator Suriah pimpinan Bashar Al Assad masih cukup kuat. Suriah tentu berbeda dengan Libya dikarenakan faktor politik dan ekonomi yang berbeda pula.
Serangan sporadis militer Suriah ditujukkan kepada para pemberontak islam sunni yang berpusat di Homs, Deera, dan Hama, serta sebagian Damaskus, ibukota Suriah. Pemerintah Suriah sendiri yang beraliran alawities, sekte Syiah garis keras ini telah lama memendam kebencian terhadap orang-orang Sunni, dikarenakan perbedaan adat istiadat yang sangat mencolok diantara kedua sekte tersebut, secara politik garis besar, Russia disini memerankan permainan penting mengenai posisi Suriah, karena mereka memiliki kerjasama dalam mengelola laut Kaspia yang kaya akan minyak itu, apabila Suriah jatuh ketangan AS, maka habislah sumber daya ekonomi Russia dilaut Kaspia, belum lagi berbagai jalur pelayaran yang selama ini dinikmati oleh para pedagang Russia-Suriah diperairan tersebut, sehingga muncul statemen dari pemerintahan Russia bahwa mereka siap untuk menghalau semua serangan barat yang ditujukan kepada Suriah.
Israel sendiri sudah gerah dan ingin segera AS menendang Al Assad dalam posisinya sebagai presiden sah dari Suriah, namun Al Assad mengancam akan melakukan serangan ke Tel Aviv apabila AS berani menyerang Suriah. Tarik ulur permasalahan politik menjadi semakin kabur tatkala utusan diplomatik Suriah melakukan konferensi di PBB yang mengatakan tatkala selama masih ada teroris yang melakukan aksi pemberontakan dinegaranya, maka, perdamaian tidak mungkin untuk dilakukan di negara ini.
Kelompok muslim sunni minoritas di Suriah terus memperjuangkan ideologi mereka, melalui perwakilan kelompok Ikhwanul Muslimin, inilah yang menjadi berbagai permasalahan ganjalan bagi AS untuk berfikir ulang mengenai rencananya dalam menginvasi Suriah. Disatu sisi mereka ingin segera menegakkan HAM terhadap Suriah, namun apabila Al Assad jatuh, maka kemungkinan penggantinya akan berada di tangan Ikhwanul Muslimin, sementara kelompok ini sendiri sudah berabad-abad sejak kemunculan pertama kalinya di Mesir melakukan permusuhan terhadap barat, itu sama saja AS membantu musuh bebuyutan mereka apabila mencokok Al Assad, belum lagi intervensi Russia yang akan mempertahankan mati-matian Suriah menjadi ganjalan lain, disatu sisi keselamatan Israel juga menjadi harga mati bagi AS.
Para Pemberontak Revolusioner yang diisi oleh sebagian desersi Militer dan simpatisan menjadi tidak efektif dalam upaya untuk menggalang kekuatan dalam melawan Rezim Al Assad, karena secara persenjataan dan kemampuan militer mereka jauh berada dibawah Rezim Al Assad. Hak veto yang selalu dilayangkan China dan Russia menjadi ganjalan keras bagi usaha menemukan kata mufakat dalam urusan diplomatik.
Sementara setiap harinya dalam laporan korban terus bertambah, melalui laporan HRW, bahwa jumlah total korban represif pemerintahan Al Assad sudah mencapai 8000 orang, pemakaman para syuhada dibombardir oleh tank-tank pemerintah, kota Homs terus digempur siang-malam, para wanita ditangkap dan diperkosa oleh Rezim Pemerintah, arogani AS dan sekutunya dalam menegakkan HAM menjadi palsu dan kabur, Libya bisa di bereskan oleh AS dan Nato, kenapa Suriah tidak ??

Sabtu, 10 Maret 2012

Foto-Foto Kejayaan Kekhalifahan Turki Utsmani [1299-1924]

Sulaiman Agung bersama Francois I[Raja Prancis] saat mereka memutuskan untuk beraliansi.
Hayreddin Barbarossa, Staf Angkatan Laut Turki Utsmani merupakan Panglima Militer Laut terhebat pada zamannya.
Sultan Mehmed II merupakan Seseorang yang berhasil menaklukan Konstantinople, benteng terakhir kerjaan Kristen Ortodox melalui pengepungan militer selama 55 hari
Sultan Bayazid I, merupakan Jenderal Militer Agung dalam jajaran Kesultanan Turki Utsmani, namun sayang harus kalah perang oleh kekuatan Islam lainnya, yaitu Kekaisaran Moghul[Mongol], pimpinan TimurLank
Sultan Suleiman Agung, bersama Harem Sultan Roxelana, karya pelukis Eropa Anton Hickel.
Foto Keagungan Sultan Mehmed II, Diabadikan oleh pelukis Eropa Gentille Bellini.
Lukisan dramatisasi Pengepungan Konstantinople pada 1453.
Paukan Elit Turki Utsmani [Ottoman], Jannissary, saat pengepungan, Esztergom 1543.
Abdul Hamid Han, sosok Sultan Turki Utsmani terakhir.

Rabu, 02 November 2011

Camila Vallejo, Demonstran wanita Chille anti Kapitalis

Camila Vallejo tengah menjadi buah bibir dikalangan masyarakat Chille, ia sebagai seorang wanita muda, cantik, dan pintar melakukan aksi demonstrasi menuntut perbaikan ekonomi dan mengharapkan pemerintah agar lebih pro rakyat.
Ditengah-tengah pertentangannya ia pun berani turun kejalan, menghadapi serangan gas air mata, ditangkap, diintimidasi bahkan diancam mau dibunuh. hebatnya ia adalah mampu memobilisasi massa yang cukup banyak, septisisme pun muncul bahwa ini hanyalah kecantiiannya semata.
Namun Camila membantah bahwa itu semua, ia dilahirkan dari keluarga buruh, serta tidak terikat oleh apapun sehingga ia bebas saja dalam melakukan aksinya.
Camila Vallejo adalah gadis berusia 23 tahun yang juga merupakan anggota oposisi
partai Komunis Chille. ia sudah enam bulan memimpin serangkaian aksi demonstrasi besar-besaran terhadap pemerintah. itu adalah aksi protes terbesar sepanjang 20 tahun sejarah Chille.
wanita cantik bertindik dihidung ini menuntuk pimpinan Chille yang berhaluan konservatif Sebastian Pinera untuk mundur.

Mengenal Yingluck Shinawatra, PM Thailand

Yingluck Shinawatra mulai mencuat dan menarik perhatian saati ia menjadi Perdana Mentri pertama wanita di Thailand, selain karena ia wanita, kecantikannya jugalah yang menjadi pesona dirinya, ia juga adalah adik dari Thaksin Shinawatra, mantan PM Thailand. Yingluck menjadi PM setelah menggantikan PM sebelumnya yaitu, Abhisit Vejajiva yang juga masih berusia muda.
Yingluck saat ini dihadapkan pada masalah banjir yang meluas di Thailand, dirinya optimis bahwa banjir ini tidak akan meluas sampai Bangkok, namun apa mau dikata, toh akhirnya banjir masuk juga ke wilayah ibukota tersebut sehingga ia pun secara pribadi meminta maaf atas kejadian tersebut.
Dalam karir politiknya memang ia masih sangat hijau, namun dukungan dari parlemen Thailand sebanyak 296 suara dari 497, membuat dirinya menjadi pemenang dalam sistem pemerintahan yang parlementer itu.
Adapun partai yang mengusung Yingluck adalah partai Phua Thai, yaitu partai yang menunjukkan dominasinya di daratan Thailand. di parlemen pun mereka meraih doninasi 60% kursi di DPR setelah berkoalisi dengan 6 partai untuk meraih kemenangan.
Yinglunck dihadapkan untuk memenuhi janjinya di masa kampanye lalu. Janji-janji tersebut antara lain, kenaikan upah minimum dan memberikan harga tinggi bagi beras para petani Thailand.
Tetapi sepertinya janji-janji ini sulit untuk diwujudkan oleh perempuan berusia 44 tahun ini. Bank Sentral Thailand sebelumnya sudah memperingatkan, bila Yingluck tetap bersikeras untuk mewujudkan janjinya maka bukan tidak mungkin Thailand akan tenggelam dalam inflasi tinggi.

Rabu, 03 Agustus 2011

Tarian kematian "Sniper Baghdad"

Pasca serangan AS ke Iraq yang "gagah berani" itu dilakukan pada tahun 2003, mungkin itu akan menjadi akhir dari kediktatoran kejam Saddam Hussein, namun siapa sangka itu malah menjadi malapetaka buat Iraq selanjutnya, karena pasca Saddam tumbang justru Iraq semakin carut maruk, masuknya Al-Qaeda, Pemberontakan dimana-mana, konflik sektarian antara Sunni/Syiah menjadi tidak terbendung lagi, kemiskinan, bom dimana-mana, sementara tentara AS pun hanya bisa menonton segala kekacauan ini dibalik tembok markas besarnya itu.
 Pada saat masa kritis itulah sekelompok orang yang menamakan dirinya Sniper Baghdad muncul ditengah carut-marut politik Iraq pasca Saddam. mereka yang oleh tentara AS dijuluki dengan Juba, telah menjadi momok menakutkan bagi tentara AS, bagaimana tidak, mereka tidak terlihat, target serangan pun jelas, membuat tentara AS menjadi tidak tenang dan berada dalam ketakutan yang teramat sangat.
"Mereka telah membunuh banyak orang. mereka telah dilatih pada masa Saddam, mereka bisa menembak saya saat sedang berjalan bahkan berlari, mereka bisa menembak saya saat didalam kendaraan, mereka sangat hebat" begitulah salah satu komentar jasa penerjemah yang bekerja untuk AS.
Kata-kata Juba sendiri dibuat oleh AS berdasarkan dari mitos bangsa Afrika yaitu "tarian kematian", sebuah julukan yang akhirnya menjadi paranoia dikalangan tentara AS sendiri.
namun mitos tentang Juba ini sempat dibantah oleh kapten Brendan Hobbs, ia mengatakan "Juba adalah produk dari militer AS, itu hanyalah mitos."

sebuah kata-kata yang akhirnya menjadi mengada-ada karena bukti otentik hasil rekaman yang dibuat oleh Juba kini disebarluaskan di internet. memperlihatkan bahwa Juba memang ada, dan Reall !!!
dalam video itu bagaimana satu tentara AS tengah berada di atas kap Tank baja nya saat seketika kemudian muntahan satu peluru menerjang leher/kepala nya, memuncratkan darah dan tubuhnya tergolak menggelepar seketika, yang kemudian diikuti oleh video-video lainnya.
Apakah sekarang mereka masih eksis ?? menurut laporan bahwa mereka sekarang telah ditangkap dan dibunuh, tapi apapun itu alasannya bahwa pendudukan AS bisa dilawan dengan cara-cara yang unik oleh Iraq.
courtesy : any source

Rabu, 20 Juli 2011

Anatomi Perencanaan, Perburuan Manusia, dan Pembunuhan (bag. 1)

Anatomi Perencanaan, Perburuan Manusia, dan Pembunuhan (bag. 1)


Dalam karya novel kriminal yang ditulis oleh Frederick Forsyth, berjudul The Day of The Jackal banyak sekali hal-hal yang didalamnya cukup menggemparkan, bagaimana tidak, novel ini telah banyak menginspirasikan berbagai peristiwa pembunuhan serupa di berbagai belahan dunia lainnya.
Perdana Mentri Israel, Yilzhak Rabin yang pada tahun 1993 menandatangani perjanjian damai dengan Palestina dibunuh oleh seorang radikal Yahudi ekstrem kanan, kabarnya terinspirasi oleh anatomi pembunuhan yang dilakukan oleh tokoh yang bernama sandi Jackal dalam novel ini.
Berbagai pemalsuan dokumen-dokumen yang dilakukan oleh sang pembunuh bayaran profesional ini juga telah menginspirasikan banyak orang untuk melakukannya, dan berhasil.


Persiapan demi persiapan yang matang dilakukan oleh Sang Jackal dalam upaya nya untuk melakukan pembunuhan terhadap Presiden Charles De Gaulle, setelah melakukan pertemuan dengan tiga petinggi OAS-Organisasi Teroris di Prancis- yang bersembunyi di sebuah hotel di Roma.
Casson dan Monclairt dan Rodin sebagai pimpinan dari gembong Teroris tidak putus asa dan patah arang setelah berbagai upaya pembunuhan yang mereka rencanakan maupun lakukan bersama dengan para anggota OAS lainnya, namun karena kuatnya sistem pertahanan Presiden De Gaulle, sehingga membuat mereka sulit untuk melakukan aksi kudeta terhadap presiden Prancis ini.
OAS sendiri adalah sebuah organisasi teror yang didirikan atas dasar patriotisme naif para anggotanya yang merasa kecewa karena De Gaulle sang presiden telah menandatangani perjanjian damai dengan pemberontak Al-Jazair dan memberikan wilayah jajahan Prancis tersebut kepada para pemberontak, sudah banyak tentara Prancis yang meninggal disana oleh para pemberontak Arab yang mereka sebut dengan nada hinaan sebagai “para melon” namun kematian, derita, cacat dan berbagai pembunuhan sadis yang dilakukan oleh para pemberontak terhadapa para tentara Prancis dimaafkan dan malahan kekuasaannya dialihkan begitu saja kepada pihak Al-Jazair oleh De Gaulle.
OAS pun tercatat telah melakukan enam kali upaya pembunuhan dan selalu gagal.
Mereka pun sekarang mulai menggunakan metode lain, yaitu menyewa jasa pembunuh bayaran profesional yang namanya sama sekali tidak pernah diketahui oleh pihak interpol manapun, fisik, sifat, perilaku, nama, pasport, tidak ada orang yang tahu.
Disinilah pertarungan dua kekuatan kembali terjadi, OAS dan Pihak Pemerintah Prancis beradu cerdas dalam aksi saling bunuh ini.
courtesy: the day of the jackal-frederick forsyth

Daftar Blog Saya

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger